Luar Negeri
Raja Salman Berhasil Operasi Pengangkatan Kandung Empedu, Para Pemimpin Arab Doakan Kesehatan
Raja Salman berhasil menjalani operasi untuk mengangkat kandung empedu, tiga hari setelah dia dilarikan ke rumah sakit.
Seorang rabi Yahudi memanjatkan doa bagi kesembuhan bagi Raja Salman dari Arab Saudi, yang sempat dirawat karena peradangan kandung empedu.
Doa yang dipanjatkan Rabi David Rosen, yang berbasis di Yerusalem, diunggah di akun Twitter Kementerian Luar Negeri Israel yang berbahasa Arab.
"Saya berdoa bagi Yang Maha Kuasa, pencipta langit dan bumi, penuh kemurahan dan kasih sayang untuk memberi berkat dan kesembuhan bagi Raja Salman dari Arab Saudi," jelas Rabi Rosen.
Dalam doanya, sang pendeta Yahudi berharap Tuhan mampu membuat sang raja tetap meneruskan tugasnya untuk memimpin rakyat negeri petrodollar itu.
Selain itu seperti dilansir Middle East Monitor Selasa (21/7/2020), Rabi Rosen berharap sang raja "terus mempromosikan perdamaian di Timur Tengah maupun dunia".
Rabi Rosen, yang merupakan Kepala Internasional Dialog Antar-agama Komite Yahudi AS (AJC) mengucapkan terima kasih kepada Raja Salman.
Sebabnya, raja berusia 84 tahun itu menerima dia dan dewan Pusat Dialog Internasional Antar-agama dan Antar-kebudayaan King Abdullah (KAICIID) di istananya Februari lalu.
KAICIID didirikan delapan tahun silam di Wina, Austria, dan diberi nama berdasarkan pendahulu sekaligus mendiang saudaranya, Raja Abdullah.
Rosen, yang lahir di Inggris, pindah ke Yerusalem untuk mempelajari yeshiva dan kemudian masuk militer saat Perang Enam Hari 1967.
Sebelumnya, Raja Salman dilarikan ke rumah sakit pada Senin pagi waktu setempat (19/7/2020) karena mengalami peradangan kandung empedu.
Pengumuman itu menjadi perhatian, karena sebelumnya Arab Saudi tak pernah melaporkan kondisi kesehatan sang raja yang memerintah sejak 2015 tersebut.
Namun pada Rabu (22/7/2020), Penjaga 2 Masjid Suci itu dilaporkan mulai stabil kondisinya, bahkan memimpin rapat kabinet dari Rumah Sakit King Faisal, Riyadh.
Dalam rapat yang dipimpin langsung itu, pemerintah menindaklanjuti pengaturan lembaga pemerintah Arab Saudi terkait keamanan, pencegahan dan layanan selama kegiatan ibadah haji berlangsung.
Sejak berkuasa, sang raja melancarkan reformasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada minyak, dan memberi hak lebih besar pada perempuan.
Dia juga disorot karena mengadopsi kebijakan luar negeri yang lebih tegas, dan memimpin koalisi menggempur pemberontak Houthi di Yaman.