Luar Negeri
Raja Salman Berhasil Operasi Pengangkatan Kandung Empedu, Para Pemimpin Arab Doakan Kesehatan
Raja Salman berhasil menjalani operasi untuk mengangkat kandung empedu, tiga hari setelah dia dilarikan ke rumah sakit.
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Raja Salman berhasil menjalani operasi untuk mengangkat kandung empedu, tiga hari setelah dia dilarikan ke rumah sakit.
Kabar itu merupakan kejutan.
Sebab, Arab Saudi jarang memberikan laporan kesehatan sang raja yang memerintah sejak 2015 silam.
Raja Salman menjadi penguasa Teluk kedua setelah Emir Qatar, heikh Sabah al-Ahmad Al-Sabah, yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Kabar dirawatnya raja berusia 85 tahun itu terjadi di tengah mewabahnya virus corona, serta menurunnya harga minyak dunia.
Dalam keterangan kerajaan yang dirilis SPA, raja menjalani operasi laparoskopi untuk mengangkat kandung empedu di Rumah Sakit King Faisal, Riyadh.
"Sang raja masih akan berada di rumah sakit untuk beberapa waktu setelah operasinya berjalan dengan sukses," jelas kerajaan dikutip AFP Kamis (23/7/2020).
Sebelumnya, mantan Gubernur Riyadh selama 48 tahun tersebut dilarikan ke rumah sakit Senin (20/7/2020) karena peradangan kandung empedu.
Kabar dirawatnya sang raja berdampak pada penangguhan Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhemi, yang sedianya digelar Senin.
Sehari berselang, kerajaaan kayak minyak tersebut mengunggah video di mana Raja Salman memimpin rapat virtual kabinet dari rumah sakit.
Pada 2017, Arab Saudi membantah rumor bahwa raja berniat turun takhta untuk memberi jalan bagi putranya, Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Sejak berkuasa, sang raja melancarkan reformasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada minyak, dan memberi hak lebih besar pada perempuan.
Dia juga disorot karena mengadopsi kebijakan luar negeri yang lebih tegas, dan memimpin koalisi menggempur pemberontak Houthi di Yaman.
Raja Salman berkuasa pada 2015 setelah saudara tirinya, Raja Abdullah, wafat dalam usia 90 tahun.
Para Pemimpin Arab Doakan Kesehatan Raja Salman