Berita Bireuen
Buruh Bongkar Muat Sudah Kali Alami Kebakaran Rumah, Begini Ceritanya
“Kami sudah dua kali mengalami musibah kebakaran, dulunya rumah seperti gubuk di dekat dapur batu bata milik kami juga hangus terbakar,” ujar Rosmani
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
“Kami sudah dua kali mengalami musibah kebakaran, dulunya rumah seperti gubuk di dekat dapur batu bata milik kami juga hangus terbakar,” ujar Rosmani
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM- Dalam musibah kebakaran terbakarnya lima unit rumah di Dusun Mon Eungkot, Desa Matanggeulumpang Dua, Peusangan Bireuen terjadi pada Kamis (23/07/2020) malam, salah satu pemiliknya adalah Murhaban (39), seorang buruh bongkar muat di Keude Peusangan Bireuen.
Musibah tersebut yang dialaminya adalah untuk kedua kalinya, karena sebelumnya pada tahun 2018 rumah sederhana milik mereka juga ludes dimangsa api.
“Kami sudah dua kali mengalami musibah kebakaran, dulunya rumah seperti gubuk di dekat dapur batu bata milik kami juga
hangus terbakar,” ujar Rosmani (35) istri dari Marhaban kepada Serambinews.com, Sabtu (25/07/2020).
Dalam musibah terbakarnya empat unit rumah, ada satu unit rumah seperti rumah bantuan ikut terbakar dalam musibah tersebut ditempati Marhaban bersama istri dan dua anaknya.
Rosmani yang ditemani anggota Tagana Dinsos Bireuen, Ruslan Abdul Gani mengatakan, rumah yang terbakar bersama empat unit lainnya adalah rumah miliknya merupakan rumah bantuan dari Baitul Mal Bireuen karena rumah mereka terbakar
waktu itu.
• Pesona Kualageunting, Kampung Hilang yang Menjanjikan Wisata Dunia
• Ini Lokasi Polisi Gelar Razia di Abdya, Banyak Pengendara Tak Memakai Helm
• Dua Warga Bener Meriah Positif Covid-19, Sebanyak 37 Tenaga Medis RSUD Muyang Kute Jalani Tes Swab
Diceritakan, pada tahun 2018 lalu mereka tinggal di rumah sederhana dekat dapur batu bata, setiap hari suaminya menjadi buruh bongkar muat di Keude Peusangan, sedangkan ianya bekerja di dapur batu bata milik orang lain dekat rumah waktu itu.
Rumah yang ditempati mereka waktu itu ludes terbakar, kemudian berkat dukungan semua pihak, ia dibantu satu unit rumah, rumah dibangun di tas tanah warisan berdekatan dengan rumah orang tuanya di Dusun Mon Eungkot tersebut.
Setelah rumah bantuan selesai dibangun, mereka menempati rumah tersebut mulai tahun 2018 bersama dua anaknya yaitu
Aniq Syafaridini (8) saat ini duduk di kelas II SMP dan Muhammad Zalwi masuk SD tahun ini.
Saat kebakaran terjadi mereka berempat berada di rumah dan segera menyelamatkan diri dari kobaran api bagian atap, daun jendela dan lainnya hangus terbakar, tersisa beton, lantai masih bagus.
“Ini beberapa pakaian yang sempat diselamatkan warga sedang saya cuci,” ujar Rosmani yang sedang mencuci pakaian terkena jilatan api.
Setiap hari kata Rosmani, suaminya ke pasar sebagai buruh bongkar muat,
sedangkan ianya ke dapur bata milik orang bekerja disana.
“Namanya sudah musibah, kami sudah mengalami dua kali terjadi kebakaran, mudah-mudahan ada hikmahnya, karena rumah rusak terbakar sementara kami tidur di rumah keluarga,” ujar Rosmani. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/korban-rumah-terbakar-berdiri-di-depan-rumahnya.jpg)