Minggu, 19 April 2026

Mustafa Kemal Attaturk, Bapak Bangsa Turki 'Pengkhianat Islam' yang Dipuja-puja

Bagi sebagian orang Mustafa Kemal mungkin dianggap berjasa besar, tapi bagi sebagian yang lain dia justru penghancur.

Editor: Amirullah
Everything Turkish
Mustafa Kemal Attaturk 

SERAMBINEWS.COM - Bagi kelompok Islamis Turki, Hagia Sophia kembali dijadikan masjid menandai mimpi lama mewujudkan kembali simbol kejayaan Ottoman.

Itu sepertinya bertentangan dengan ide Bapak Bangsa Turki, yakni Mustafa Kemal Attaturk.

Selama beberapa dekade, citranya telah mendominasi lanskap Turki, matanya yang biru sedingin es menatap ke bawah dari dinding setiap sekolah, rumah sakit, dan lembaga pemerintah.

Bahkan lingkungan paling tenang pun memberi penghormatan kepada lelaki itu, dengan monumen-monumen perunggu besar yang memuliakan masing-masing kemenangan militernya.

Bagi sebagian orang Mustafa Kemal mungkin dianggap berjasa besar, tapi bagi sebagian yang lain dia justru penghancur.

Hal itu lantaran kekhalifahan yang sudah bertahan ratusan tahun hancur olehnya.

Tetapi Mustafa Kemal Pasha Ataturk bukanlah pemimpin biasa.

Dia adalah seorang negarawan yang cerdik dan ahli strategi yang tercecer.

1. Konspirasinya untuk Menjadi Pemimpin dan Mengembangkan 'Kemanilsme'

Dia tidak mengungkapkan kepada publik bagaimana dia akan mengembangkan Turki sampai dia memiliki kekuatan untuk melaksanakan visinya.

Kemudian Atatürk dengan hati-hati membangun dan menggunakan rencana induk, hari ini dikenal sebagai ideologi Kemalis atau Kemalisme.

Percaya pada strategi ini Ataturk dan rekan-rekannya mulai secara terbuka mempertanyakan nilai agama dan berpendapat bahwa agama tidak cocok dengan sains modern dan sekularisme sangat penting bagi modernitas.

Jadi rezim Ataturk mulai langkah demi langkah untuk mengimplementasikan ideologi Kemalis dengan reformasi radikal masyarakat Turki dengan tujuan memodernisasi Turki dari sisa-sisa masa lalu Ottomannya.

2. Mengganti Segala yang 'Berbau Islam'

()

TurkiIst

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved