Luar Negeri
Arab Saudi Jadi Pemasok Utama Minyak Mentah ke China
Kerajaan Arab Saudi telah menjadi pemasok utama minyak mentah ke China. Impor minyak dari Arab Saudi naik 15 persen pada Juni 2020 dibandingkan
SERAMBINEWS.COM, BEIJING – Kerajaan Arab Saudi telah menjadi pemasok utama minyak mentah ke China.
Impor minyak dari Arab Saudi naik 15 persen pada Juni 2020 dibandingkan periode sama tahun lalu.
Pada Maret dan April 2020 harga minyak jatuh, memperkuat posisi kerajaan sebagai pemasok minyak utama ke China.
Dilansir ArabNews, Senin (27/7/2020), impor dari Arab Saudi naik menjadi 8.88 juta ton pada Juni, atau 2,16 juta barel per hari.
Hal itu menurut data dari Administrasi Umum Bea Cukai China pada Minggu (26/7/2020).
Itu sejalan dengan volume Mei 2020, tetapi jauh di atas 1,89 juta barel per hari selama periode yang sama tahun lalu.
Rekor impor mengikuti perang harga antara Arab Saudi dan Rusia, eksportir minyak utama dunia, selama Maret dan April 2020.
Ketika pandemi virus Corona mengurangi permintaan dan menyebabkan kelebihan bahan bakar secara global.
• Arab Saudi Tetapkan Hari Raya Idul Adha 31 Juli 2020, Ada Festival Makanan Dunia di Riyadh
• AS Minta Dunia Lawan China, Perang Dingin Baru Segera Pecah, Usai Uni Soviet, Kini China
• Kota Mekkah Mulai Terima Jamaah Haji 2020, Hanya Terbatas Bagi 1.000 Orang Terpilih
Pengiriman dari Rusia mencapai 7,98 juta ton bulan lalu, atau 1,95 juta barel per hari (bph).
Naik sekitar 7 persen dari 1,82 juta barel per hari di Mei 2020.
Dan 1,73 juta barel per hari di bulan Juni 2019.
Namun Saudi, bagaimanapun, mengirimkan minyak yang lebih besar pada Juni 2020.
Kerajaan menaikkan harga minyak mentah karena anjloknya harga minyak membebani anggaran kerajaan.
China, importir minyak mentah terbesar di dunia, mencatat rekor 53,18 juta ton bulan lalu, menurut data bea cukai.
China juga meningkatkan aliran masuk dari Brasil, Norwegia, dan Angola, kata Emma Li, analis dari Refinitiv China.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pengiriman-minyak-saudi-ke-china.jpg)