Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Ditagih Jaksa, Ini Kesepakatan Pedagang Pasar Inpres Soal Tunggakan Sewa Kios PD Bina Usaha

“Karena itu dalam waktu dekat akan diadakan pertemuan lagi dengan para pedagang di Hotel Lido Graha di Lhokseumawe untuk membahas mekanisme pembayaran

Foto: Kejari Aceh Utara
Puluhan pedagang Pasar Inpres Lhokseumawe hadir ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara di Lhoksukon. 

“Karena itu dalam waktu dekat akan diadakan pertemuan lagi dengan para pedagang di Hotel Lido Graha di Lhokseumawe, untuk membahas mekanisme pembayaran,” kata Simon.

 Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON –  Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri (JPN Kejari) Aceh Utara, akan mengadakan pertemuan lanjutan dalam waktu dekat, dengan puluhan pedagang Pasar Inpres Lhokseumawe.

Pertemuan tersebut untuk membahas persoalan tunggakan sewa kios milik Perusahaan Daerah (PD Bina Usaha) milik Pemkab Aceh Utara.

Pertemuan itu direncanakan akan diadakan di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe untuk membahas mekanisme pembayaran.

Untuk diketahui, pada Senin (27/7) JPN Kejari Aceh Utara mengadakan pertemuan dengan puluhan pedagang Pasar Inpres Lhokseumawe, untuk menagih biaya sewa kios.

Karena banyak pedagang tak melunasi sewa dalam waktu yang lama.

Sementara PD Bina Usaha memberikan surat kuasa khusus kepada Kajari Aceh Utara, Pipuk Firman Priyadi SH MH melalui surat nomor 539/54/PDBU/2020, tertanggal 15 Juli 2020.

Pengurus BKMT dan PKK Aceh, Kunjungi Pengungsi Rohingya di BLK Lhokseumawe, Ini yang Diberikan

Surat itu diteken Direktur Utama PD Bina Usaha T Asmoni, sebagai pemberi kuasa dan penerima kuasa Pipuk Firman Priyadi SH.

Kajari Aceh Utara, Pipuk Firman Priyadi MH melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Simon SH kepada Serambinews.com,  dalam pertemuan tersebut puluhan pedagang itu sudah sepakat membayar biaya sewa kios kepada PD Bina Usaha.

“Karena itu dalam waktu dekat akan diadakan pertemuan lagi dengan para pedagang di Hotel Lido Graha di Lhokseumawe, untuk membahas mekanisme pembayaran,” kata Simon.

Jumlah uang sewa kata Kasi Datun, yang belum disetor oleh pedagang Inpres Lhokseumawe kepada PD Bina Usaha Pemkab Aceh Utara bervariasi.

“Kita juga sedang menunggu data dari PD Bina Usaha, terkait jumlah pedagang yang belum melunasi sewa kios dari tahun 2011 sampai tahun 2020,” ujar Simon seraya mengimbau kepada pedagang Inpres di Lhokseumawe, supaya secepatnya melunasi kewajiban mereka kepada PD Bina Usaha. (*)

Bertabur Lubang dan Berlumpur, Jalan Lintas Abdya-Galus Sulit Dilewati Kendaraan

 

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved