Breaking News:

Berita Luar Negeri

Ini Kerugian Jika Amerika-Cina Masih Saling Pamer Kekuatan dan Ancam Mengancam

Ketegangan teranyar antara AS dan Cina menciptakan risiko bagi kedua negara dan negara lain di dunia. Baik Cina dan AS mengalami kerugian besar.

FB US Pacific Fleet
Saling Todong di Tengah Laut, Kapal Perang China Pepet Armada Amerika 

SERAMBINEWS.COM - Amerika Serikat dan Cina memiliki perekonomian paling besar dan postur anggaran militer tergemuk di dunia.

Namun ketegangan teranyar antara AS dan Cina menciptakan risiko bagi kedua negara dan negara lain di dunia.

Baik Cina dan AS mengalami kerugian besar dalam perang cukai yang berkecamuk sejak 2018.

Jika negosiasi dagang antara kedua negara menemui jalan buntu, dunia terancam terseret ke dalam perang dagang ketika ekonomi global menyusut akibat pandemi corona.

Amerika Serikat adalah negara tujuan ekspor terbesar milik Cina, bahkan setelah Presiden Donald Trump menjatuhkan sanksi berupa kenaikan tarif bagi sejumlah produk buatan Cina.

Detik-detik Jet Tempur F-15 Amerika Serikat Hampir Tabrak Pesawat Iran, Penumpang Terluka

Gara-gara Wanita Ini, Amerika Minta Konsulat China Tinggalkan AS dalam Waktu 72 Jam

Lampaui New York, California Kini Jadi Episentrum Virus Corona di Amerika Serikat

Dan sebaliknya Cina adalah pasar terbesar ketiga bagi eksportir AS. Di negeri tirai bambu itu perusahaan-perusahaan AS juga memasok produk untuk kebutuhan di dalam negeri seperti General Motors Co. hingga restoran waralaba Burger King.

Akibat perang dagang, pembelian produk agrikultur, semikonduktor dan komoditas AS lain anjlok sebanyak 11,4% sejak tahun lalu. Namun begitu total nilai impor produk AS oleh Cina melebihi angka USD 100 miliar.

Menurut Kamar Dagang AS, aktivitas ekspor produk AS ke Cina menopang satu juta lapangan kerja di dalam negeri.

Angka tersebut sudah berkurang banyak sejak mencapai puncaknya sebesar 10% pada tahun 2017 silam. Cina juga merupakan pembeli terbesar produk agrikultur AS, kebanyakan diproduksi di kawasan tengah yang merupakan kantung pendukung Presiden AS, Donald Trump.

Saat ini importir Cina masih bisa membeli biji kedelai AS dengan harga normal sesuai fase pertama 'gencatan senjata' perdagangan yang ditandatangani Januari lalu.

Untuk Halau Cina, AS Akan Tempatkan Marinir Bersenjata Rudal di Jepang

Amerika Kejar Agen Mata-mata Cina, Ternyata Sembunyi di Konsulat, Ketahuan Masih Militer Cina Aktif

AS-India Latihan Perang Dekat Aceh, Bertujuan Menekan Cina

Halaman
123
Editor: Said Kamaruzzaman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved