Jurnalisme Warga
Petualangan Mencicipi Kuliner ‘Bebek Kuntilanak’
Hal itu yang saya rasakan saat pertama kali mengunjungi Rumah Makan ‘Bebek Kuntilanak’ pada malam Jumat, bersama tim The Leader
Adapun sie reuboh di Rumah Makan Pak Nasir tampil dalam bentuk potongan-potongan daging yang lebih kecil, dengan sedikit gajih, plus kari encer dengan rasa asam pedasnya yang segar. Keseluruhan sajian sie reuboh tersebut terasa lebih ringan (light), dengan kelezatan yang tetap menggoyang lidah. Ini merupakan pengalaman pertama saya merasakan kuliner sie reuboh dengan sajian yang agak berbeda dari biasanya. Namun, secara pribadi saya sangat menikmati jenis masakan sie reuboh di Rumah Kuliner ‘Bebek Kuntilanak’ ini.
Oleh karenanya, perlu kembali kita ingat bersama bahwa masakan khas daerah merupakan salah satu bagian dari representasi budaya daerah tersebut. Menjaga rasa dan kualitas masakan khas Aceh menjadi sebentuk upaya penjagaan budaya Aceh itu sendiri.
Oleh sebabnya, bagi saya, menyempatkan diri mencicipi ragam kuliner khas Aceh yang keaslian rasanya masih terjaga merupakan sebentuk edukasi diri agar ke depannya kita, anak-anak, bahkan cucu-cucu kita tetap dapat mengingat potret ragam akar budaya khas Aceh. Budaya yang membangun koneksi jiwa antarmanusia, melalui santapan sajian makanan yang dinikmati bersama-sama. Nah, siapa sangka petualangan kuliner yang awalnya terasa seram, justru mengajarkan begitu banyak kehangatan interaksi sosial. Jadi, sudah siapkah Anda menikmati petualangan kuliner pada malam selanjutnya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ayu-ulya-pengurus-bidang-sdm-generasi-pesona-indonesia.jpg)