Breaking News:

Liga 1 2020

Bukan Rapid Test, Kemenpora Minta Liga 1 Lakukan Tes PCR Sebelum Kompetisi Dilanjutkan

Kecuali sudah bertemu dengan Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo pekan lalu, kini PT LIB juga berjumpa dengan Kapolda DIY Yogyakarta.

Tribun Jabar/Deni Denaswara
Persib Bandung melaksanakan swab test corona yang digelar di Graha Persib, Jalan Sulanjana No 17, Kota Bandung, Jumat (3/7/2020) sore. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - PSSI dan PT Liga Indonesia (LIB) terus melakukan persiapan guna menyongsong lanjutan kompetisi Liga 1 2020.

Kecuali sudah bertemu dengan Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo pekan lalu, kini PT LIB juga berjumpa dengan Kapolda DIY Yogyakarta.

Hanya saja, lanjutan kompetisi kasta tertinggi di tanah air tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Sehingga, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta Liga 1 Indonesia yang akan bergulir pada 1 Oktober 2020 mendatang untuk melakukan tes reaksi berantai polimerase (PCR), bukan tes cepat (rapid test) dalam memastikan pemainnya tak terpapar virus Corona (Covid-19).

"Pertama adalah pada saat masuk itu harus di-swab PCR. Karena dulu ada yang nawar rapid test karena lebih murah, ini bukan masalah murah atau tidaknya, karena potensi body contact-nya tinggi yah," ungkap Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto dalam diskusi daring di Graha BNPB, sebagaimana dirilis Antaranews, Rabu (29/7/2020).

Gatot mengatakan, tes kesehatan saat melanjutkan kompetisi harus dilakukan secara ketat.

Hal tersebut merujuk pada aturan yang dikeluarkan oleh federasi sepak bola di Eropa seperti Inggris, Spanyol, dan Jerman.

Kini Menduda, Ternyata Ustaz Abdul Somad Pernah Ajukan Syarat Ini Saat Akan Meminang Mantan Istri

UPDATE Covid-19 Indonesia 29 Juli 2020, Bertambah 2.381 Kasus Baru, Total 104.432 Kasus Corona

Gara-gara Tegur Penumpang Bus Pakai Masker di Bawah Dagu, Pria Ini Digigit Dadanya

Harga Daging Meugang Idul Adha 1441 H di Pasar Inpres Tapaktuan Tembus Rp 200 Ribu Per Kilogram

Menurut Gatot S Dewa Broto, para pemain di benua Eropa melakukan tes PCR secara berkala.

Boleh jadi, test itu beberapa hari sebelum bertanding maupun sesudah pertandingan.

Hasilnya pun terbukti, hingga musim 2019/2020 usai tidak ada pemain yang dilaporkan positif.

"Tapi sekali lagi, ingat lebih baik kita patuh pada peraturan kesehatannya daripada kemudian melampiaskan karena ini sudah bosen, sudah nunggu lama. Nggak ada maksud dari gugus tugas atau pemerintah untuk membatasi," kata dia.

Ia juga berharap kepada klub untuk menerapkan protokol yang ketat terhadap para pemainnya jika tidak ada pertandingan.

Apalagi, PSSI dan PT LIB akan memusatkan sebagian markas tim di Yogyakarta.

"Saya bercanda ke beberapa manajer (klub sepak bola) jangan sampai nanti di Yogyakarta menjadi klaster baru karena DIY kan relatif stabil gitu," kata dia.(*)

VIDEO - Ulee Kareng Juarai Turnamen Piala PSAA Abulyatama, Guyuran Hujan Warnai Penyerahan Trophy

Viral Video Pasangan Ini Makan dan Minum Melalui Celah Masker, Warganet Sebut Mirip di Film Horor

VIRAL Video Aksi Emak-emak Lawan Dua Begal, Korban Berhasil Rebut Celurit hingga Pelaku Kabur

VIDEO - Pohon Tumbang Tutupi Badan Jalan, Ikut Menimpa Atap Rumah, Kios dan Satu Mobil

Editor: Imran Thayib
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved