Breaking News:

Luar Negeri

Najib Razak Terbukti Sebagai Koruptor, Didenda Rp 732 Miliar dan Dihukum 12 Tahun Penjara

Mantan pemimpin Malaysia, Najib Razak telah terbukti sebagai koruptor kelas kakap. Skandal 1MDB miliaran dolar AS atau puluhan triliunan rupiah

Editor: M Nur Pakar
AFP/FAZRY ISMAIL / POOL
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak tampak menangis seusai divonis bersalah atas skandal 1MDB oleh Pengadilan Tinggi Malaysia di Kuala Lumpur, Rabu (29/7/2020). 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR - Mantan pemimpin Malaysia, Najib Razak telah terbukti sebagai koruptor kelas kakap.

Skandal 1MDB miliaran dolar AS atau puluhan triliunan rupiah yang bergulir selama beberapa tahun tanpa tersentuh, akhirnya terbukti.

Mantan Perdana Menteri Malaysia ini, Najib Razak yang dikenal sebagai suami takut istri akhirnya dijebloskan ke dalam penjara selama 12 tahun.

Bukan itu saja, Pengadilan Tinggi Malaysia, Rabu (29/7/2020) menjatuhkan denda sebesar 50 juta dolar AS atau sekitar Rp 732 miliar.

Politisi Malaysia berusia 67 tahun itu yang dijatuhkan oleh mantan mentornya Mahathir Mohammad dua tahun lalu kembali mengelak tuduhan.

Dilansir AFP, Rabu (29/7/2020) Najib akan menentang vonis bersalah dan memiliki bukti kuat untuk banding.

Pengadilan Tinggi memberi kesempatan kepada Najib tidak menjalani hukuman penjara dan denda sementara waktu.

Kasus Najib dinilai sebagai ujian memberantas korupsi dan memiliki implikasi politik besar bagi negara Asia Tenggara itu.

"Setelah mempertimbangkan semua bukti dalam persidangan ini, saya menemukan bukti atas kasusnya tanpa keraguan," kata Hakim Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, Mohamad Nazlan Mohamad Ghazali.

Miliaran dolar AS dicuri dari investasi utama Malaysia itu, dihabiskan untuk real estate mewah hingga barang seni bernilai mahal.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved