Update Corona di Aceh
Pengamat Kebijakan Publik Aceh Minta Pemerintah Aceh Sediakan RS Khusus Corona, Sarankan RSU Fakinah
Dengan demikian tak lagi ditangani di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh yang bercampur dengan pasien umum lainnya
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Mursal Ismail
Dengan demikian tak lagi ditangani di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh yang bercampur dengan pasien umum lainnya yang risiko penyebarannya lebih tinggi, meski terpisah ruangan.
Laporan Asnawi Luwi |Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman ST MKes, mengatakan seiring meningkatkatnya kasus Corona di Aceh, maka sudah saatnya Pemerintah Aceh menyediakan RS khusus.
Ya, Rumah Sakit (RS) khusus Corona.
Dengan demikian tak lagi ditangani di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh yang bercampur dengan pasien umum lainnya yang risiko penyebarannya lebih tinggi, meski terpisah ruangan.
"Saya menyarankan RSU Fakinah dijadikan sebagai RS khusus penanganan covid-19 yang terintegrasi di Aceh.
Ya, terintegrasi sebagai RS rujukan kasus Covid-19 dari setiap kabupaten/kota di Aceh," kata Nasrul Zaman kepada Serambinews.com, Kamis (30/7/2020).
• Hari Ini, Jamaah Abu Peuleukung Rayakan Idul Adha 1441 Hijriah di Nagan Raya
• Resep Empal Daging Sapi, Silakan Dicoba untuk Menu Alternatif Sajian Idul Adha
• Lowongan Kerja untuk Staf Dubes Kementerian Luar Negeri, Cek Syaratnya, Terbuka untuk Lulusan D3-S1
Nasrul mengaku khawatir jika masih tetap mempertahankan RSUDZA Banda Aceh sebagai RS rujukan Corona, tetapi masih bercampur dengan pasien umum, maka risiko penyebaran lebih tinggi.
Risiko itu, kata Nasrul baik kepada pasien umum lainnya, pengunjung, bahkan tenaga medis di RSUDZA juga.
"Kita tidak mau terjadi penularan antarorang dalam satu rumah sakit, cukuplah kita mengantisipasi penularan antar daerah.
Jangan sampai jumlah tenaga medis yang tertular covid-19 semakin meningkat dan membahayakan pelayanan.
Kita ketahui bahwa dibutuhkan waktu tahunan untuk bisa menjadi tenaga medis yang mampu melayani pelayanan kesehatan di RS.
Oleh karena itu tindakan pengamanan tenaga medis dan paramedis harus menjadi prioritas pemerintah," kata Nasrul Zaman yang juga Pembina LSM Satyapila Aceh Tenggara.
Kasus Corona meningkat
Seperti diberitakan Serambinews.com kemarin bahwa pada Rabu (29/7/2020), tambahan kasus Covid-19 di Aceh meningkat sangat tajam.
Dalam sehari, 45 orang yang terkonfirmasi positif corona. Ini rekor tertinggi di Aceh sejak medio Maret lalu.
Informasi tentang bertambahnya jumlah kasus Covid-19 tersebut diperoleh Serambinews.com dari Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif di Banda Aceh, Rabu siang
Menurut Hanif, sebagian dari 52 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan swab berbasis real time polymerase chain reaction (RT-PCR) di Laboratorium Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unsyiah, Banda Aceh.
Sebagian lainnya diketahui positif Covid-19 dari hasil uji swab di Laboratorium Balitbangkes Aceh yang berlokasi di Gampong Bada, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.
Berdasarkan tempat domisilinya, para pasien baru itu terbanyak bermukim di Bener Meriah, mencapai sebelas orang, Aceh Tamiang delapan, Bireuen enam, Aceh Besar enam, Lhokseumawe empat, Aceh Selatan dan Aceh Tengah masing-masing tiga kasus.
Empat orang lagi masing-masing berasal dari Aceh Barat Daya, Pidie, Banda Aceh, dan Aceh Utara.
Rinciannya
Pasien positif Covid-19 di Aceh hari ini yang berasal dari Bener Meriah adalah MA (30), Rd (?), RS (27), DS (19), Saf (26), dan FR (27), semuanya laki-laki.
Sedangkan yang perempuannya terdiri atas AZ (43), Far (27), FA (34), SA (41), dan RP (28).
Warga yang positif Covid-19 di Aceh Tamiang hari ini adalahSB (36), HP (26), Nur (28), At (21), FY (47), GM (35), dan Nl (33), seluruhnya perempuan.
Satu-satunya pasien pria di kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara ini adalah HU (28).
Berikutnya, positif Covid-19 dari Bireuen adalah Ka (15), Nj (24), UN (45), Mm (36), semuanya perempuan. Dua orang lagi laki-laki, yakni AM (36) dan RMA (70).
Pasien terakhir ini sudah berada di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
Enam orang lainnya dari Aceh Besar adalah MNS (53), AJ (58), RA (58), MA (70), dan EK (27), seluruhnya laki-laki. Satu-satunya perempuan adalah CSY (12).
Dari Kota Lhokseumawe, pasien Covid-19 hari ini adalah RU (23), As (59), YMS (44), ketiganya perempuan. Satu lagi pria, berinisial SB (46).
Di Aceh Selatan, tiga orang positif Covid-19 hari iniWN (20), Ys (52), keduanya pria, dan Rm (57), perempuan.
Di Aceh Tengah juga tiga orang, yakni BIP (25) dan WC (30), perempuan, satu-satunya pria, yakni SC (35).
Empat orang lainnya masing-masing DS (40), laki-laki dari Aceh Barat Daya, Al (22), laki-laki asal Pidie, Sf (40) perempuan, warga Banda Aceh, dan AR (54), laki-laki dari Aceh Utara.
Bertambahnya sebanyak 45 pasien Covid-19 di Aceh hari ini merupakan rekor tertinggi di Aceh dalam setengah tahun terakhir.
Rekor tertinggi di Aceh sebelumnya adalah 27 orang positif Covid-19 dalam satu hari, yakni pada 15 Juli lalu dan 22 orang pada Selasa (28/7/2020) kemarin.
Dengan bertambahnya 45 pasien corona hari ini, maka total orang yang terinfeksi Covid-19 di Aceh sejak Maret lalu mencapai 238 orang.
Sepuluh orang meninggal, 94 orang sembuh, dan hampir seratus orang sedang dirawat di berbagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Aceh, di samping ada 69 orang lagi yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya. (*)