Pendidikan

Murid tak Punya Smartphone, Guru TK Ruman Aceh Antar Bahan Ajar ke Rumah

“Belajar dari rumah menjadi solusi bagi murid dari keluarga duafa yang tak mungkin belajar daring karena tak punya smartphone.”

TK Ruman Aceh/For Serambinews.com
Bunda Guru TK Ruman Aceh menjelaskan bahan ajar kepada orangtua murid yang akan menemani anak mereka belajar dari rumah (BDR). 

“Belajar dari rumah menjadi solusi bagi murid dari keluarga duafa yang tak mungkin belajar daring karena tak punya smartphone.”

Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Meski tak punya smartphone dan kuota internet, bukan hambatan bagi murid-murid TK di bawah Lembaga Pendidikan dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) Aceh untuk belajar di tengah pandemi Covid-19 ini.

Kepala Sekolah TK Ruman Aceh, Fitri Mukirah SPd menjelaskan, sejak dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021 pada 13 Juli 2020, guru mengantarkan bahan ajar ke rumah-rumah murid di seputaran Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. 

Bahan ajar tahap pertama diantar pada 13-16 Juli 2020 secara berturut-turut selama empat hari dari pagi hingga siang.

“Bahan ajar itu berlaku selama dua minggu. Setelah itu, guru akan menjemputnya sembari memberikan yang baru. Begitu seterusnya. Nah, selama dua minggu itu, orang tua yang mendampingi anaknya belajar”, kata kepala sekolah yang akrab dipanggil Kirah tersebut.

Meski 5 Warga Positif Covid-19, Blangpidie Abdya Tetap Dipadati Pengunjung Sambut Idul Adha 1441 H

Polisi Ungkap Kasus Penipuan Berkedok Perumahan Syariah, Seorang Pelaku Ditangkap

Kirah mengungkapkan, hingga memasuki tahun ajaran 2020/2021, murid TK Ruman Aceh berjumlah 83 anak. Rinciannya, 18 murid kelas A, 17 murid kelas B1, 16 murid B2, 16 murid B3, dan 16 murid B4.

“Sebagian besar dari 83 murid tersebut berasal dari keluarga duafa dan fakir miskin,” kata Kirah dibenarkan Ketua PKBM Ruman Aceh, Rizky Sopya, S.Pd.

“Praktis, dengan kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk menggunakan sistem daring yang mengharuskan tersedianya smartphone dan internet,” lanjut Rizky Sopya. 

Menyiasati kondisi itu, sejak dimulainya tahun ajaran baru pada 13 Juli 2020, pihak sekolah menggunakan model belajar dari rumah (BDR).

Seorang Pasien Covid-19 Tewas Lompat dari Lantai Enam Rumah Sakit, Diduga Depresi

BREAKINGNEWS: Pernah Rawat Pasien Reaktif Rapid Test, Puskesmas Alue Bilie Nagan Raya Ditutup 4 Hari

Menurut Rizky, model belajar dari rumah selain untuk mempriotaskan keselamatan murid di tengah pendemi Covid-19 sekaligus menjadi solusi bagi murid dari keluarga duafa dan fakir miskin yang tak mungkin belajar daring karena tak punya smartphone dan kuota internet.

Rizky menambahkan, pendidikan di TK Ruman Aceh sudah memasuki tahun ke-6 dan sejak awal memang diniatkan untuk kalangan duafa.

“Alhamdulillah, walau masih baru, sekolah kita berhasil meraih akreditasi B. Terima kasih kepada para donatur tetap dan semua yang pernah bersaham dalam perjalanan khidmah sederhana ini,” tandas Rizky.

Rizky juga menginformasikan, dari 83 murid TK Ruman Aceh, 63 anak gratis biaya pendidikan, 11 anak berbayar sebagian, dan 9 anak lainnya berbayar penuh. (*)

Penulis: Nasir Nurdin
Editor: Nasir Nurdin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved