Breaking News
Sabtu, 30 Mei 2026

Tongkang Terdampar

Tongkang Batubara yang Terdampar di Laut belum Berhasil Ditarik, Begini Tanggapan GeRAK

Tongkang milik rekanan PT Adi Guna tersebut terdampar pada Selasa sore lalu setelah dihantam angin kencang dari tengah laut.

Tayang:
Penulis: Rizwan | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/RIZWAN
Tongkang muatan batubara terdampar di pantai Gampong Lhok, Kuala Pesisir, Nagan Raya, Rabu (29/7/2020). 

Laporan Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Tongkang bermuatan batubara milik PLTU 1-2 yang terdampar di pantai Desa Gampong Lhok, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya hingga Jumat (31/7/2020) sore belum berhasil ditarik.

Tongkang milik rekanan PT Adi Guna tersebut terdampar pada Selasa sore lalu setelah dihantam angin kencang dari tengah laut.

Informasi diperoleh Serambinews.com upaya menarik kapal itu sudah dilakukan tetapi belum juga berhasil.

Batubara yang berada di dalam tongkang juga tumpah ke laut karena kondisi tongkang yang miring.

Tanggapan GeRAK

Sementara itu, Kordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edy Syahputra ikut menyoroti terdamparnya sebuah tongkang yang berisi muatan batubara milik sebuah rekanan PLTU 1-2 di pesisir pantai Desa Gampong Lhok, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya.

WHO Puji Arab Saudi dalam Pelaksanaan Haji 2020 di Tengah Pandemi Virus Corona

Khabib Nurmagomedov Akan Jalani Laga Terpenting dalam Kariernya, Bukan Melawan Conor McGregor

Kaget Melihat Personel Patroli Kota Sabhara Polresta, Pembalap Liar Jatuh Tabrak Penutup Parit

"Dari hasil pantauan kita di lapangan terlihat tongkang tersebut masih berada di dekat bibir pantai, dengan jarak sekitar 20-30 meter dan dalam tongkang tersebut berisikan batubara yang sesekali ketika terpaan ombak menyebabkan isinya tumpah ke dalam laut," kata Edi dalam pers rilis diterima Serambinews.com.

Artinya dengan kondisi tersebut, menurut Edi, pihak rekanan harus bertanggung jawab untuk segera melakukan pembersihan material batubara yang tumpah ke dalam laut, dan tentunya melakukan evakuasi terhadap tongkang yang terdampar di dekat pinggir pantai ke tengah laut.

"Yang dikhawatirkan bila isi tongkang tersebut berhamburan ke dalam laut, tentunya ini akan menimbulkan dampak pencemaran laut dan meganggu kehidupan biota dalam laut. Itu bisa menimbulkan kerugian apalagi berbicara terhadap ekosistem laut dan tentunya dampak terhadap mata pencaharian para nelayana pesisir," kata Edi.

GeRAK mendesak pihak pemerintah, melalui dinas terkaig untuk segera meminta data kongkrit isi dari muatan tongkang milik sebuah perusahaan angkut batubara tersebut termasuk berapa jumlah batubara yang tumpah.

Selain itu, GeRAK mendesak upaya pembersihan maksimal dengan tujuan agar pantai tidak tercemari batubara yang sudah tumpah ke laut, hal ini mengingat banyak nelayan setempat yang melakukan aktifitas tangkap ikannya adalah berada dalam area tersebut.

"Terlebih lagi nelayan pukat tradisional dan nelayan pukat lainnya jangan sampai Ketika mereka menjaring ikan yang didapat malah batubara, tentunya banyak kerugian yang dialami nelayan, selain biota laut yang kemudian tidak lagi menetap di area sekitar tumpahan batubara tersebut," kata Edi.

Seperti diberitakan, tongkang milik rekanan yang bermuatan batubara milik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1-2 terdampar di pesisir pantai Desa Gampong Lhok, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Rata, Selasa (28/7/2020) sore.

Informasi diperoleh menjelaskan, tongkang yang bermuatan 300 ton batubara sedang memuat batubara di tengah laut dari kapal besar yang dari luar Aceh.

Namun badai dan angin kencang sehingga tali putus dari tugbot (kapal tunda) ke tongkang.

Spontan saja tongkang oleng di tengah laut dan dihempas hingga ke pantai Desa Gampong Lhok.

Direncanakan batubara akan dilansir ke PLTU 1-2 di Suak Puntong Nagan Raya milik PLN melalui jalur laut.

Batubara tersebut merupakan bahan bakar PLTU 1-2 yang berkapasitas 2x110 Megawatt (MW).

Sejumlah warga dan pengawas rekanan dan TNI/Polri terlihat di lokasi tidak jauh tongkang terdampar di desa tersebut.

Sementara itu, seorang pegawas dari PT Adi Guna ditanyai di lokasi tersebut mengatakan, tongkang terdampar karena dihantam angin kencang.

"Rencana akan ditarik dengan tugboat," kata Bahagia, pegawas tersebut.

Penarikan akan dilakukan setelah melihat kondisi laut kembali tenang, sebab saat ini masih gelombang tinggi.

Dikatakannya, peristiwa tersebut merupakan musibah ketika batubara dari kapal besar memuat ke tongkang.

"Batubara tersebut akan dibawa ke PLTU 1-2," ujarnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved