Siaga Bencana
Didukung Sensor dan WRS, Aceh Mampu Deteksi Gempa Kecil dan Sangat Lokal
"Tahun ini juga dipasang lima sensor gempabumi accelerograph di Aceh yang berfungsi untuk mencatat pergerakan tanah akibat aktivitas lempeng bumi."
Penulis: Nasir Nurdin | Editor: Nasir Nurdin
Berikutnya juga ada di Jantho (belakang BPBD Aceh Besar), di BPBD Bener Meriah, Silih Nara dan Linge Isak (Aceh Tengah), dan Aceh Selatan. Sedangkan Banda Aceh terwakilkan oleh sensor di Jantho dan Mata Ie.
WRS New Generation
Selain 13 titik sensor gempa, Aceh juga telah memiliki 15 titik peralatan Warning Receiver System (WRS) New Generation yang dibangun BMKG pada 2020.
WRS yang merupakan sistem aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menerima dan menyebarluaskan informasi kejadian gempabumi dan tsunami dari WRS server BMKG Pusat.
Di Aceh, WRS New Generation itu ditempatkan di Kantor BMKG Mata Ie, Sabang, BPBD Aceh Besar, Kantor Bupati Aceh Jaya, BPBD Pidie Jaya, BPBD Pidie, Kantor BPBD Bener Meriah, Aceh Tengah, BPBD Aceh Timur, BPBD Simeulue, dan lima lagi di Aceh Selatan.
• Harga Cabai Merah Melambung Tinggi Selama Idul Adha di Pidie Jaya
Fungsi WRS untuk memberi informasi menjelang gempa dan tsunami di seluruh wilayah Indonesia.
“Dengan adanya peralatan itu para pemangku kepentingan bisa melakukan langkah-langkah tepat dan terukur jika terjadi gempa yang signifikan,” kata Djati Cipto Kuncoro.
Tahun ini, lanjut Djati pihaknya juga akan memasang lima sensor gempabumi accelerograph di Aceh Jaya, Pidie, Pidie Jaya, dan Aceh Selatan.
Sensor gempa bumi accelerograph berfungsi untuk mencatat pergerakan tanah akibat aktivitas lempeng bumi seperti gempabumi sekaliguis juga dapat mengetahui daerah-daerah yang berdampak buruk jika terjadi gempa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/djati-cipto.jpg)