Breaking News:

Warga Subulussalam Positif Covid 19

Gugus Tugas Perkirakan Dua Warga Subulussalam yang Positif Covid-19 Tertular di Banda Aceh

Nah, kata Khainuddin masa swab pasien yang terkonfirmasi itu sudah 14 hari dan dia sendiri telah tiga pekan di Banda Aceh.

SERAMBINEWS/RAHMAD WIGUNA
Ketua Harian I Gugus Tugas Covid-19, Kota Subulussalam Khainuddin SKM, MAP didampingi didampingi Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Subulussalam, Baginda Nasution, SH MM. 

Nah, setelah sekitar sebulan di Banda Aceh, kata Khainuddin hasil testing ternyata dinyatakan positif corona.”Jadi artinya penularan itu terjadi bukan di Subulussalam tapi di Banda Aceh,” pungkas Khainuddin

Teka-teki adanya warga asal Kota Subulussalam yang positif Covid-19 mulai terkuak.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Subulussalam, Baginda Nasution dalam keterangan persnya kepada Serambinews.com, Sabtu (1/8/2020) mengaku jika tim gugus sudah menggelar rapat.

Menurut Baginda, hasil rapat mereka diperoleh informasi jika pasien yang dinyatakan positif Covid-19 merupakan mahasiswa yang sedang kuliah di Banda Aceh.

Dikatakan, sang mahasiswa memang berasal dari Kota Subulussalam atau ber Kartu Tanda Penduduk (KTP) Subulussalam.

Namun, kata Baginda, dalam sebulan terakhir mahasiswa ini berada di Banda Aceh. Informasi lainnya, jangkitan covid-19 terhadap warga asal Subulussalam itu setelah rekan se-kosnya positif virus terkait.

“Tadi kami rapat dan diperoleh informasi memang ada warga asal Subulussalam yang positif tapi dia tertular dari orang yang positif covid-19,” ujar Baginda

Dikatakan, sebelumnya ada warga asal daerah lain dinyatakan positif corona. Lalu, tim medis menelusuri siapa saja rekan yang pernah kontak dengan pasien terkait. Nah, disebutkanlah rekannya yang merupakan warga Kota Subulussalam.

Kemudian, lanjut Baginda, tim medis melakukan rapid test dan swab terhadap warga asal Subulussalam ini dan diperoleh hasilnya positif.

“Jadi, dia terjangkit dari rekan satu tempat tinggal yang sebelumnya positif covid-19,” terang Baginda

Intinya, warga Subulussalam yang positif Covid-19 sudah beberapa minggu berada di Banda Aceh sehingga dipastikan virus tersebut bukan dari daerah ini.

Meski demikian, Baginda menyatakan akan memberikan informasi yang akurat lagi setelah koordinasi dengan provinsi.

Sebelumnya diberitakan informasi adanya warga asal domisili Kota Subulussalam yang terjangkit Covid-19 hingga kini masih menjadi teka-teki.

Gugus Tugas Covid-19 Kota Subulussalam yang dikonfirmasi Serambinews.com, melalui Juru Bicara Baginda Nasution Sabtu (1/8/2020) mengaku belum mendapat data valid.

Selain Gugus Tugas Covid-19, instansi lainnya seperti Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam juga memastikan tidak ada pasien terindikasi covid-19 yang dirujuk ke Banda Aceh.

Lantaran itu, adanya kabar warga asal Kota Subulussalam terjangkit sebagaimana pernyataan Kadinkes Aceh di media ini memicu kebingungan di tengah masyarakat termasuk pemerintah setempat.

Pasalnya, pihak Dinas Kesehatan Aceh dikabarkan tidak memberikan informasi atau salinan data soal warga asal Kota Subulussalam yang dinyatakan terjangkit covid-19.

“Kalau yang kita rujuk biasa ada dikasih hasilnya, paling enggak dikonfirmasi dari provinsi tapi ini memang enggak ada,” ujar Munawaroh, Kadinkes Kota Subulussalam kepada Serambinews.com.

Di sisi lain munculnya kabar warga asal Kota Subulussalam yang terjangkit Covid-19 berdasarkan hasil SWAB memicu keresahan masyarakat Kota Sada Kata itu.

Apalagi, jangankan masyarakat pihak pemerintah maupun Gugus Tugas Covid-19 yang menangani masalah ini juga kebingungan memberikan jawaban.

Beberapa mastarakat mulai resah termasuk beberapa warga asal luar daerah. Sejumlah warga menghubungi Serambinews.com mengenai kebenaran kabar warga Subulussalam terjangkit covid-19.

Sementara Direktur Rumah Sakit Umum H Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Dr dr. Azharuddin Sp. OT K-Spine FICS  yang dikonfirmasi Serambinews.com, Jumat (31/7/2020) malam  mengaku tidak update soal info terkait sama sekali.

Dia pun menyarankan agar wartawan menanyakan langsung kepada dr Hanif, Kepala Dinas Kesehatan Aceh. 

Ini karena semua hasil SWAB menurut dr Azharuddin diserahkn paling duluan ke Dinas Kesehatan Aceh.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif yang dikonfirmasi Serambi beberapa saat setelah berkomunikasi dengan Direktur RSUDZA dr Azharuddin hingga kini belum memberikan jawaban.

Serambinews.com mencoba menanyakan informasi warga asal Subulussalam tersebut lantaran kini ada kebingunan di tengah masyarakat maupun pemerintah dan tim gugus. (*)

Penulis: Khalidin
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved