Berita Luar Negeri
Setelah India, Donald Trump Akan Blokir TikTok di Amerika Serikat
Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump pada Jumat (31/7/2020) mengatakan, akan memblokir TikTok di AS.
Popularitas TikTok meningkat pesat sejak ByteDance mengakuisisi aplikasi Musical.ly yang berbasis di AS pada 2017, dan menggabungkannya dengan fitur video.
James Lewis kepala program kebijakan teknologi di Pusat Studi Strategis dan Internasional mengatakan, ia yakin risiko keamanan di TikTok "mendekati nol", tetapi ByteDance bisa saja ditekan China untuk ikut melakukan penyensoran.
"Sepertinya ByteDance mungkin diperas oleh Beijing, sehingga divestasi mereka jadi masuk akal. Mereka bisa mulai menyensor," terangnya dikutip dari AFP.
Lewis mengatakan, otoritas AS di bawah CFIUS punya kekuatan untuk melepaskan akuisisi yang telah disetujui.
Tindakan serupa sudah dilakukan pada 2019 ke aplikasi kencan Grindr usai dibeli perusahaan China.
• VIDEO - Laga CRV - Pickup, Mobil Nyaris Hancur Beberapa Hewan Kurban Tergeletak di Jalan
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ikuti Langkah India, Trump Akan Blokir TikTok di Amerika Serikat",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-as-donald-trump-di-arizona.jpg)