Jumat, 15 Mei 2026

Skandal Korupsi Pemimpin Dunia

Di Tengah Skandal Korupsi, Mantan Raja Spanyol Memilih ke Pengasingan

Juan Carlos terjerat pengelolaan dana yang dibayarkan Arab Saudi kepadanya saat ini menjabat sebagai Raja Spanyol...

Tayang:
Editor: Eddy Fitriadi
REUTERS
Mantan raja Spanyol, Juan Carlos. 

SERAMBINEWS.COM -  Mantan Raja Spanyol, Juan Carlos, yang tengah menghadapi penyelidikan dalam dan luar negeri terkait kasus korupsi, pada hari Senin mengumumkan bahwa ia akan pergi ke pengasingan.

Pria berusia 82 tahun itu mengungkapkan bahwa dia akan meninggalkan negara itu. Hal itu ia katakan dalam sepucuk surat kepada putranya, Raja Felipe VI,  yang menerima keputusannya dan berterima kasih padanya, kata istana kerajaan dalam sebuah pernyataan.

"Dipandu oleh keyakinan untuk melayani rakyat Spanyol, lembaga-lembaganya, dan Anda sebagai raja, saya memberi tahu Anda tentang keputusan saya saat ini untuk pergi ke pengasingan di luar Spanyol," tulis Juan Carlos seperti dilansir AFP, Selasa (4/8/2020).

Juan Carlos mengatakan, keputusan itu ia ambil dengan kesedihan yang mendalam.

Namun ia menambahkan bahwa meskipun sedih, keputusan itu dia ambil dalam ketenangan pikiran. Namun Juan Carlos tidak mengungkap kemana ia akan mengasingkan diri.

Penyelidikan tengah berlangsung di Swiss dan Spanyol terhadap Juan Carlos. Dimana penyelidikan itu secara rutin dipublikasikan media setempat.

Juan Carlos terjerat pengelolaan dana yang dibayarkan Arab Saudi kepadanya saat ini menjabat sebagai Raja Spanyol.

Mahkamah Agung Spanyol pada Juni lalu mengumumkan penyelidikan untuk meminta tanggungjawab secara hukum terhadap mantan raja tersebut.

Namun karena kekebalan hukum yang dimilikinya, maka penyelidikan hanya dilakukan untuk perbuatannya setelah ia turun tahta.

Penyelidikan fokus terhadap dana US$ 100 juta atau setara 85 juta euro yang diduga telah dibayarkan secara diam-diam ke rekening bank Swiss pada 2008.

Pengacara mantan raja, Javier Sanchez-Junco, mengeluarkan pernyataan pada Senin mengatakan bahwa kliennya tidak berusaha melarikan diri dari keadilan dengan pergi ke pengasingan dan akan tetap tersedia untuk jaksa penuntut.

Juan Carlos naik tahta pada tahun 1975 setelah kematian diktator fasis Francisco Franco dan memerintah selama 38 tahun sebelum menyerahkan kekuasaan kepada putranya Felipe VI pada Juni 2014.

Dia adalah tokoh yang populer selama beberapa dekade, memainkan peran penting dalam transisi demokrasi dari kediktatoran Franco yang memerintah Spanyol 1939-1975.

Situs web Royal House, yang menerbitkan surat itu, mencatat bahwa Felipe ingin menekankan pentingnya sejarah pemerintahan ayahnya dalam pelayanan Spanyol dan demokrasi.

Penyelidikan terhadap Juan Carlos dibuka di Spanyol pada September 2018 setelah publikasi catatan yang dikaitkan dengan pengusaha Jerman Corinna Larsen, yang diduga mantan nyonya Juan Carlos.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved