Breaking News:

Kasus Korupsi

GeRAK Dorong Polda Aceh Gandeng PPATK untuk Tuntaskan Kasus Korupsi

Peran PPATK sangat penting untuk menelusuri semua aliran dana yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.

For Serambinews.com
Askhalani. 

Laporan Asnawi Luwi | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh mendorong Polda Aceh untuk menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menuntaskan kasus-kasus dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani di Polda Aceh dan jajaran Polres di Aceh.

"Saya rasa Polda Aceh harus bekerjasama dengan pihak PPATK untuk menelusuri rekening koran dan transaksi khususnya proyek pengadaan bebek petelur tahun 2018/2019 sebesar Rp 12,9 Miliar dari dana DAU di Aceh Tenggara dan kasus-kasus korupsi lainnya yang sedang ditangani," ujar Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani kepada Serambinews.com, Jumat (7/8/2020).

Penanganan perkara dugaan korupsi,  peran PPATK sangat penting untuk menelusuri semua aliran dana, apakah ada pihak-pihak yang terlibat mencicipi aliran dana yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Menurut Askhalani, dalam Pasal 33 ayat (2) Undang-Undang Nomor 25 tahun 2003 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, bahwa dalarn meminta keterangan dan Penyedia Jasa Keuangan mengenai harta kekayaan, setiap orang yang telah dilaporkan oleh PPATK maka terhadap penyidik, penuntut urnum, atau hakim tidak berlaku ketentuan undang-undang yang mengatur tentang rahasia bank dan kerahasiaan transaksi keuangan lainnya.

Sebetulnya dalam rangka membahas terobosan rahasia bank, dapat dikatakan bahwa pelaporan adanya transaksi keuangan yang mencurigakan oleh penyedia jasa Keuangan khususnya bank kepada PPATK merupakan terobosan rahasia bank dalam arti luas.

Sehingga terobosan rahasia bank yang dilakukan oleh PPATK merupakan sebuah gambaran nyata bahwa dalam rangka menentukan keberhasilan pelaksanaan Undang-Undang nomor 25 tahun 2003 Tentang Tindak Pidana Pencucian uang, maka peranan PPATK sangatlah penting.

Untuk itu GeRAK Aceh berharap kepada Kepala PPATK, Dian Ediana Rae dapat membuka akses untuk bergandengan tangan dengan aparat penegak hukum Polda Aceh dan Kejati Aceh dalam mengungkap aliran dana yang terindikasi merugikan keuangan negara.(*)

Selundup Narkoba ke Sel Tahanan, Kucing Ini Dijeblos ke Penjara, Berhasil Kabur Walau Dijaga Ketat

Pekerja Pelabuhan Beirut Berhasil Diselamatkan, Usai Menyelam 30 Jam di Laut

Di Pedalaman Pegunungan Bintang Papua, 1 Dus Mi Instan Dijual Rp 1 Juta hingga Ditukar Emas 2 Gram

China Ngotot tak Mundur dari Perbatasan LAC, India Berang, Negoisasi Temui Jalan Buntu

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved