Breaking News:

Luar Negeri

AS Embargo Iran, Teheran Cari Uang Dengan Tambang Uang Kripto Untuk Atasi Krisis Ekonomi Negaranya

Pemerintah Iran mengizinkan pembangkit listrik untuk menambang uang kripto, sebagai lahan mencari uang. Teheran yang telah terkena embargo Amerika

Cointelegraph
Ilustrasi pembicaraan warga AS dengan Iran tentang penambangan mata uang kripto 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pemerintah Iran mengizinkan pembangkit listrik untuk menambang uang kripto, sebagai lahan mencari uang.

Teheran yang telah terkena embargo Amerika Serikat, baik ekonomi maupun persenjataan berusaha mencari uang alternatif di dunia maya atau internet.

Negara Syiah itu mulai bergerak maju dengan strategi nasional untuk penambangan uang kripto,(cryptocurrency).

Penambangan Kripto di Iran diatur menjadi lebih besar dengan pemerintah memberikan lampu hijau bagi pembangkit listrik untuk menambang kripto, seperti Bitcoin ( BTC ).

Berita tersebut menjadi bagian terbaru dari perkembangan positif penambangan mata uang virtual negara ini sejak tahun lalu.

Sejak melegalkan penambangan kripto pada Juli 2019 , otoritas Iran berusaha memastikan pelaku pasar beroperasi hanya setelah mendapatkan lisensi.

Dengan mengizinkan pembangkit listrik terlibat dalam penambangan cryptocurrency, Iran bergabung dengan hub lain yang muncul saat "perang hash" global semakin meningkat.

Iran telah melihat masuknya penambang karena listriknya yang murah, melambungkan negara itu menjadi salah satu negara penambang crypto yang lebih besar di luar China.

Pelaku pasar utama di Amerika Utara memperluas operasi dengan beberapa akuisisi inventaris selama beberapa bulan terakhir ini.

Bank Terbesar Korsel Buka Bisnis Uang Kripto, Pengganti Uang Kertas

Kasus Covid-19 Tinggi di Aceh, Direktur RSUZA Minta Semua Pihak Saling Menguatkan

Kemendikbud Siapkan Kurikulum Darurat untuk Sekolah yang Belajar Online

Namun, otorisasi tersebut disertai dengan peringatan, karena operator pembangkit listrik tidak dapat menggunakan bahan bakar bersubsidi.

Halaman
1234
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved