Rabu, 3 Juni 2026

Update Corona di Abdya

Dua Petugas Puskesmas di Abdya Reaktif Covid-19, Pengambilan Sampel Swab Masih Tertunda

Dua tenaga kesehatan di dua Puskesmas di Abdya dilaporkan reaktif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test.

Tayang:
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Sekitar 35 tenaga medis pada RSU TP Abdya diambil sampel swab, Selasa (4/8/2020), kemudian dikirim Dinkes Abdya untuk diperiksa di Laboratorium Balitbangkes Aceh.   

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Dua tenaga kesehatan atau medis di dua Puskesmas di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dilaporkan reaktif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test.

Satu tenaga kesehatan dari Puskesmas Babahrot dinyatakan reaktif dengan gejala, kemudian dimasukkan dalam status ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

Satu lagi tenaga kesehatan dari Puskemas Sangkalan, Susoh dinyatakan reaktif tanpa gejala, tapi isolasi mandiri. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya, Safliati SST MKes dihubungi Serambinews.com, Sabtu (8/8/2020) menjelaskan, satu tenaga medis reaktif Puskesmas Babahrot yang reaktif hasil rapid test tidak ada riwayat perjalanan luar daerah.  

Namun yang bersangkutan ada gejala, yaitu demam dan batuk   “Karena ada gejala, satu tenaga kesehatan di Puskesmas Babahrot kita masuk dalam status ODP, dan harus menjalani isolasi mandiri,” kata Safliati.

Sedangkan satu lagi tenaga kesehatan yang hasil reaktif dari  Puskesman Sangkalan tidak dimasukkan dalam ODP karena tidak ada gejala, tapi juga menjalani isolasi mandiri. 

Kepala Dinkes Abdya itu menjelaskan, rapid test atau tes cepat terhadap tenaga kesehatan di puskesmas-puskesmas gencar dilaksanakan selama beberapa hari terakhir. 

Rapid terhadap tenaga kesehatan dilaksanakan setelah ditemukan 23 kasus positif terpapar Covid-19, 17 orang diantaranya adalah tenaga medis di Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSU TP) Abdya.

Tenaga kesehatan di Puskesmas Babahrot, Susoh dan Sangkalan sudah dirapid test dua hari. Satu orang reaktif dengan gejala ditemukan di Puskesmas Babahrot, dan di Puskesmas Susoh seluruhnya nonreaktif.

“Di Puskesmas Sangkalan, Susoh, memang ditemukan satu tenaga medis yang reaktif berdasarkan hasil rapid test, namun tanpa gejala sehingga yang bersangkutan tak dimasukkan dalam status ODP, tapi diisolasi mandiri,” kata Safliati.        

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Abdya itu kembali mengingatkan masyarakat agar tidak panik ketika mendapat informasi ada warga yang reaktif berdasarkan hasil rapid test.

Pesawat Air India Express Tergelincir dan Terbelah Menjadi Dua, 18 Orang Tewas, 46 Lainya Luka Parah

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Aceh Tamiang Pesan Seribu Unit Cartidge Swab

BNNK Aceh Selatan Apresiasi Camat Labuhanhaji, Belajar dan Kuliah Daring Didukung WiFi Gratis

Seseorang dinyatakan reaktif hasil rapid test belum tentu positif Corona, sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan sampel swab di laboratorium. “Sesorang dinyatakan positif atau tidak harus melalui pemeriksaan lanjutan, yaitu swab di laboratorium,” katanya.

Sementara pengambilan spesimen atau sampel swab terhadap tenaga medis dan warga yang reaktif belum bisa dilakukan selama empat hari  terakhir hingga Sabtu (8/8/2020), hari ini.

Pasalnya, pemeriksaan sampel swab di Laboratorium Balitbangkes Aceh masih mengalami kendala. “Sampel swab 33 tenaga medis RSU TP yang kita kirim  tanggal 4 Agustus lalu, malah sudah dibawa untuk diperiksa di laboratorium di Jakarta, dan hasilnya belum kita terima sampai hari ini,” ungkap Safliati.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved