Senin, 1 Juni 2026

Jamkesnews

FKTP Diimbau Galakkan Kontak Tidak Langsung dengan Pasien Selama Masa Pandemi

Telemedicine sendiri diartikan sebagai pelayanan kesehatan yang diberikan oleh petugas kesehatan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

Tayang:
Editor: IKL
For Serambinews.com

FKTP Diimbau Galakkan Kontak Tidak Langsung dengan Pasien Selama Masa Pandemi

JANTHO, SERAMBINEWS.COM -  Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Banda Aceh, Iziddin Fadhil mengimbau kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) baik itu Puskemas, Klinik Pratama maupun Dokter Praktik Perorangan agar dapat menerapkanTelemedicine terutama pada masa pandemi untuk mengurangi penularan virus covid-19.

Telemedicine sendiri diartikan sebagai pelayanan kesehatan yang diberikan oleh petugas kesehatan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendiagnosis, mengobati, mencegah, dan mengevaluasi kondisi kesehatan seseorang yang berada dalam kondisi yang jauh dari fasilitas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar Menjalani Tes Swab, Ini Hasilnya

Mudah, Ini Syarat-syarat untuk Dapat Bantuan Rp 600 Ribu bagi Pekerja Gaji di Bawah Rp 5 Juta

“Dimasa pandemi ini agar fasilitas kesehatan dapat membangun sebuah sistem seperti Telemedicine misalnya seperti konsultasi dan pemberian resep secara elektronik baik itu melalui aplikasi, aplikasi perpesanan maupun media lainnya, apalagi hal ini dapat meningkatkan pencapaian indikator angka kontak bagi FKTP dalam implementasi Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) karena berkurangnya masyarakat yang berkunjung ke FKTP ditengah pandemi,” kata Iziddin pada kegiatan Monitoring Dan Evaluasi (Monev) KBK Tingkat Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Rabu (5/8) di Aceh Besar.

Ketua Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB) Banda Aceh, Supriady menyampaikan bahwa FKTP khususnya puskesmas agar dapat melakukan terobosan untuk dapat meningkatkan mutu penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang menurutnya juga harus didukung oleh Dinas Kesehatan setempat.

Unsyiah dan UNP Jalin Kerja Sama  

Ini Gejala Cabai Diserang Penyakit Layu, Kadis Pertanian Pidie: Harus Dicabut Tidak Bisa Diobati

“Selain melakukan terobosan, puskesmas diharapkan dapat melibatkan Tim Mutu yang ada dipuskesmas untuk melakukan pengawasan dalam hal penginputan data pada aplikasi Pcare sehingga terjadi tertib administrasi kemudian pengawasan untuk mengontrol kasus-kasus non spesialistik apa saja yang dirujuk ke rumah sakit dimana untuk kasus tersebut seharusnya dapat diselesaikan di puskemas, selanjutnya Dinas Kesehatan memastikan hal tersebut berjalan dengan baik melalui Tim Mutu tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Neni Fajar mengatakan untuk pelayanan kontak tidak langsung diperhitungkan dalam capaian indikator angka kontak di FKTP dengan syarat telah diinput pada aplikasi Pcare dan dilakukan secara realtime.

“Kami mengapresiasi kepada Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh karena merupakan FKTP yang paling tinggi memanfaatkan pelayanan kontak tidak langsung yang mencapai 7.314 pelayanan kontak tidak langsung dari bulan April hingga July 2020,” ucapnya.

Terkait pencapaian KBK FKTP untuk Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, sampai saat ini belum sesuai dengan capaian yaitu pada rasio rujukan non spesialistik yang seharusnya tidak melebihi dari 2% karena harus tuntas penanganannya di FKTP.

“Agar dapat dilakukan pengendalian khususnya rasio rujukan non spesialistik karena untuk Kota Banda Aceh dan Aceh Besar telah melebihi 2% yaitu sebesar 6,8%,” harapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved