Sabtu, 9 Mei 2026

Setelah Iran & China, Kini Korea Utara Beri Peringatan Perang Nuklir ke AS

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengirimkan peringatan nuklir kepada AS. Peringatan ini disampaikan oleh Profesor James Hoare

Tayang:
Editor: Amirullah
AFP/KCNA VIA KNS
Gambar yang diambil pada 24 Agustus 2019 dan dirilis 25 Agustus oleh kantor berita Korea Utara 9KCNA) memperlihatkan Pemimpin Korut kim Jong Un merayakan uji coba senjata peluncur roket berukuran besar di lokasi yang tidak diketahui.(AFP/KCNA VIA KNS) 

SERAMBINEWS.COM - Ada beberapa negara yang sudah memberi peringatan perang terhadap Amerika Serikat (AS).

Ada Iran yang terjadi karena serangan rudal yang tewas salah satu jenderal mereka.

Ada juga China yang dikarenakan konflik di Laut China Selatan.

Nah, kini bertambah satu negara yang memberi peringatan pada AS. Mereka adalah Korea Utara.

Dilansir dari express.co.uk pada Sabtu (8/8/2020), Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengirimkan peringatan nuklir kepada AS.

Peringatan ini disampaikan oleh Profesor James Hoare dari School of Oriental and Asian Studies (SOAS) di London.

James berbicara seperti itu setelah analisis yang diterbitkan di situs web 38 North oleh Markus V Garlauskas, mantan Pejabat Intelijen Nasional AS untuk Korea Utara.

Cek Rekening,Gaji ke-13 PNS Cair Mulai Senin

Militer China Kembali Luncurkan Rudal DF-26 Penghancur Kapal Induk AS, Donald Trump Dibikin Gemetar

Mengejutkan! Kapten Ungkap Niat Busuk Majikannya, Sengaja Belokkan Kapalnya Agar Ditahan di Beirut

Dari analisis itu, Garlauskas melihat Ri Pyong Chol, mantan komandan Angkatan Udara Tentara Rakyat Korea, yang sekarang merupakan tangan kanan Kim Jong-un, sedang duduk di sebelah Kim dalam pertemuan tertutup di Pusat Komisi Militer (CMC) pada 18 Juli.

Hoare mengatakan, "Kita harus berhati-hati."

"Korea Utara tidak sekaku seperti Uni Soviet dulu jika terkait masalah nuklir."

"Jika ada perubahan kebijakan yang tiba-tiba, Ri mungkin akan menghilang untuk mempersiapkan militer."

"Tapi untuk saat ini, militer tampaknya akan bersiaga pada bulan ini."

Hoare menambahkan, mungkin pertemuan tertutup itu terkait keamanan dalam negeri. Namun siapa yang tahu bahwa ini mungkin masalah internasional.

"Secara pribadi, saya pikir ini mereka ingin menunjukkan bahwa Korea Utara sekarang dengan serius karena itu adalah tenaga nuklir."

Ledakan Dahsyat Beirut, Aktris Nadine Njeim Jalani Operasi 6 Jam, Badan Berlumuran Darah

Mudah, Ini Syarat-syarat untuk Dapat Bantuan Rp 600 Ribu bagi Pekerja Gaji di Bawah Rp 5 Juta

"Jadi bisa saja itu pesan tersirat untuk calon presiden AS."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved