Breaking News:

Berita Aceh Selatan

Terkait Insiden Pembubaran Acara MPTT oleh Massa, Ini Harapan MPU Aceh Selatan

Pihak MPU Aceh Selatan khawatir ada pihak-pihak lainnya yang memanfaatkan situasi ini, sehingga menjadi semakin kisruh.

SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menggelar kegiatan pengkajian aliran sempalan tahun 2019 mengambil tema "Dengan pengkajian aliran sempalan kita antisipasi potensi berkembangnya aliran sempalan dan pendangkalan aqidah di Aceh,". Acara tersebut dilaksanakan di Sekretariat MPU Aceh Selatan di Tapaktuan, Senin (23/12/2019).   

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Menyikapi masalah yang terjadi antara Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) dan Majelis Pengkajian Mubahatsah Teungku (MPMT) Se-Kluet Raya, Panitia Musyawarah (PANMUS) Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Selatan telah melaksanakan rapat membahas masalah tersebut pada Kamis 6 Agustus 2020 di Sekretariat MPU Aceh Selatan.

Ketua MPU Aceh Selatan, Tgk Syamsul Fala'alaidin dalam siaran Persnya yang diterima Serambi, Sabtu (8/8/2020) menerangkan, pada tanggal 15 Juli 2020 MPMT Se-Kluet Raya membuat Surat Pernyataan Sikap yang ditandatangani oleh seluruh Pimpinan Dayah/Pasantren dalam Wilayah Kluet Raya tentang penolakan kehadiran ajaran MPTT.

Kemudian pernyataan sikap ini diserahkan kepada Kapolres Aceh Selatan pada 28 Juli 2020 lalu.

"Selanjutnya pada Selasa malam 4 Agustus 2020 telah terjadi insiden massa membubarkan acara Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) di Gampong Simpang Peut, Kecamatan Kluet Utara. Pun demikian beredarnya surat pernyataan termasuk dalam berbagai media sosial yang menyudutkan dan mendiskreditkan ulama sehingga menjadi preseden buruk dalam masyarakat," ungkap Tgk Syamsul Fala'alaidin dalam siaran Pers tersebut.

Berkaitan dengan kejadian ini, lanjut Tgk Syamsul Fala'alaidin, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Selatan mengharapkan agar tidak terjadi lagi insiden-insiden berikutnya yang berpotensi terjadinya konflik antar ulama dan ummat sehingga menghadirkan perpecahan dalam masyarakat.

"MPU Aceh Selatan juga menghimbau agar para pihak dapat menahan diri, saling menghargai sehingga terciptanya suasana sejuk dan damai ditengah kondisi kita yang sedang melawan wabah pandemi COVID 19 ini," pesan Tgk Syamsul Fala'alaidin.

Menurut Ketua MPU Kabupaten Aceh Selatan, justru sangat berbahaya bila harapan ini tidak terwujud, dikhawatirkan akan ada pihak-pihak lainnya yang memanfaatkan situasi ini menjadi semakin kisruh dan kacau.

"MPU Kabupaten Aceh Selatan bersama FORKOMPIMDA Aceh Selatan akan berupaya mengambil langkah-langkah dengan berbagai cara dalam penyelesaian masalah melalui musyawarah dan mufakat. Dan untuk selanjutnya meneruskan ke MPU Aceh untuk ditindaklanjuti," pungkas Tgk Syamsul.(*)

Kasus Positif Covid -19 di Aceh Selatan Bertambah Lima, 3 Perawat, 1 Dokter Spesialis & 1 Pasien

Bripka Julianto Pane, Bhabinkamtibmas Polres Gayo Lues Bangun Pondok Pesantren

Tidak Ingin Anak Berbohong? Ini 10 Tips Kiat Mendidik Anak untuk Bicara dan Bertindak Jujur

Liga Champions Malam Ini Barcelona vs Napoli, Laga Wajib Menang Blaugrana di Stadion Camp Nou

Penulis: Taufik Zass
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved