Minggu, 10 Mei 2026

Peraturan Aneh Pajak Payudara di India, Makin Besar Ukuran Makin Mahal Pajaknya

Pemungut pajak memeriksa dengan menyentuh dadanya dengan tangan kosong dan mengukur ukurannya dengan sarung tangan.

Tayang:
Editor: Amirullah
REPRO BUKU NATIVE LIFE IN TRAVANCORE/eva.vn
Foto perempuan India bertelanjang dada yang diambil sekitar tahun 1800an. Perempuan India bertelanjang dada bukanlah budaya di sana namun karena dipaksa oleh penguasa dan payudara mereka dijadikan objek pajak. 

SERAMBINEWS.COM - Pernahkah terpikirkan oleh perempuan bahwa payudara mereka akan dikenakan pajak?

Dan nilai pajaknya tergantung seberapa besar ukuran payudara.

Makin besar ukuran payudara maka makin besar pula pajaknya.

Ternyata praktik yang dianggap satu di antara praktik pajak terburuk dan paling menjijikkan pernah terjadi di India.

Praktik ini dilakukan sekitar tahun 1.800-an.

Tentu saja, praktik nyeleneh yang dinilai hanya melecehkan perempuan sudah lama dihapus.

()Foto perempuan India bertelanjang dada yang diambil sekitar tahun 1800an. Perempuan India bertelanjang dada bukanlah budaya di sana namun karena dipaksa oleh penguasa dan payudara mereka dijadikan objek pajak.

Kisah Heroik Jailani dan Anaknya, Sempat Lompat Berusaha Hentikan Truk Sebelum Terjun ke Jurang

Hubungan Kedekatan Ayu Ting Ting dan Didi Riyadi Terjawab, Akankah ke Pelaminan?

Awalnya Baik-baik Saja, Wanita Ini Tikam Organ Intim Pelakor Usai Berhubungan Bertiga dengan Suami

Apalagi akibat pajak ini, muncul pemberontakan besar di India saat itu.

Dikutip eva.vn, Minggu (9/8/2020), pajak dada perempuan diberlakukan oleh Raja Travancore, satu dari 550 negara bagian di India selama masa kolonial Inggris.

Negara bagian ini sekarang bernama Kerala.

Oleh karena itu, perempuan dari kelas bawah tidak akan diizinkan untuk menutupi payudara mereka dan bila ngotot memakai penutup dada, mereka akan dikenakan pajak yang tinggi.

Pejabat kerajaan raja akan pergi dari rumah ke rumah, mengumpulkan pajak payudara dari perempuan kelas bawah dan masa puber.

Jumlah pajak akan tergantung pada ukuran payudara, semakin besar payudara, semakin tinggi pajaknya.

Pemungut pajak memeriksa dengan menyentuh dadanya dengan tangan kosong dan mengukur ukurannya dengan sarung tangan.

()Foto perempuan India bertelanjang dada yang diambil sekitar tahun 1800an. Perempuan India bertelanjang dada bukanlah budaya di sana namun karena dipaksa oleh penguasa dan payudara mereka dijadikan objek pajak.

Intinya, tujuan pemungutan pajak ini hanya untuk mempermalukan perempuan kelas bawah.

Perempuan dari kelas atas masih diperbolehkan untuk menutupi payudara mereka dan tidak dikenai pajak apapun.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved