Luar Negeri
Menteri Muslim Kritik Pembangunan Kuil Ram, PM Narendra Modi Telah Khianati Muslim India
Beberapa hari setelah Kuil Ram 'bhoomi pujan' di Ayodhya, kritikan terus bermunculan. Salah satunya, Siddiqullah Chowdhury
SERAMBINEWS.COM, KALKUTA - Beberapa hari setelah Kuil Ram di Ayodhya, kritikan terus bermunculan.
Salah satunya, Siddiqullah Chowdhury, Presiden Jamiat Ulama-e-Hind dan juga seorang menteri di kabinet Mamata Banerjee mengklaim Muslim di India telah dikhianati oleh PM Narendra Modi.
Setelah dia menghadiri upacara keagamaan , melakukan ritual pada 5 Agustus 2020 di Kuil Ram, bekas Masjid Babri.
Siddiqullah meminta perdamaian dan menghormati putusan pengadilan Apex atas sengketa tanah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Dia mengklaim menghormati putusan tidak berarti menerimanya, seperti dilansir ANI, Senin (10/8/2020).
"Kami belum pernah melihat Perdana Menteri India, sebuah negara yang sekularisme diabadikan dalam konstitusinya."
"Modi secara terang-terangan berpartisipasi dan secara terbuka menunjukkan afiliasi agamanya," katanya.
Modi adalah Perdana Menteri India, dia tidak hanya menjadi anggota RSS dan BJP, tetpai ada upaya jelas untuk
memaksakan Hindutva atas prinsip-prinsip sekuler kami.
Muslim merasa didiskriminasi, dimana 'Sabka Sath, Sabka Vikas'.
PM menyamakan 5 Agustus dengan Hari Kemerdekaan India pada 15 Agustus.
• Ketua Muslim Kecam Pemimpin Kongres India, Masjid Babri Dihancurkan, Diubah Jadi Kuil Dewa Ram
• Pakistan Kecam India Membangun Kuil Ram Mandir, Bekas Masjid yang Dihancurkan Garis Keras Hindu
• Umat Hindu Bangun Kuil di Atas Bekas Masjid yang Dihancurkan Garis Keras Hindu di India
Hal ini tidak dapat diterima, karena perjuangan kemerdekaan India tidak dimiliki oleh komunitas tertentu.
"Orang telah mati untuk kebebasan kita, bisakah PM mengatakan hanya ada satu orang komunitas dalam perjuangan itu? ” tanya Siddiqullah.
Menteri Bengal ini mengatakan tidak akan ada protes dari organisasinya karena sulit untuk melawan peletakan batu fondasi Kuil Ram di Ayodhya dapat menyebabkan ketidakharmonisan komunal di seluruh negeri.
Benggala Barat bersiap untuk pemilihan majelis pada tahun 2021 dan Siddiqullah mengimbau umat Hindu di negara bagian itu untuk mendukung sentimen mereka.
Dikatakan, perbedaan antara Hindu yang buruk dan Hindu yang baik menjadi nyata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-jamiat-islam-india.jpg)