Minggu, 3 Mei 2026

Luar Negeri

Rakyat Lebanon Hening Cipta, Kenang Korban Ledakan Dahsyat Beirut

Sebuah negara yang masih menguburkan jenazahnya pada Selasa (11/8/2020) menandai seminggu ledakan di Beirut.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/ANWAR AMRO
Satu keluarga saling berpelukan atas kehilangan anggota keluarganya dalam ledakan dahsyat Beirut, Lebanon, Selasa (11/8/2020) atau seminggu setelah ledakan yang menghancurkan sebagian Ibu Kota. 

Pemerintahan Diab, yang didukung oleh kelompok militan Hizbullah dan sekutunya ambruk setelah ledakan mematikan itu, dengan tiga menteri mengumumkan mundur.

Pemerintahan Diab dibentuk setelah pendahulunya, Saad Hariri, mengundurkan diri pada bulan Oktober 2020 sebagai tanggapan atas korupsi yang mewabah.

Butuh berbulan-bulan pertengkaran di antara faksi-faksi kepemimpinan sebelum memilih Diab.

Lebanon telah menuntut Kabinet independen yang tidak didukung oleh salah satu partai politik yang mereka salahkan atas kekacauan yang mereka hadapi.

Banyak juga yang menyerukan penyelidikan independen atas ledakan pelabuhan tersebut, dengan mengatakan sama sekali tidak percaya pada penyelidikan lokal.

Pejabat Lebanon telah menolak penyelidikan internasional.

Pemerintah, dalam keputusan terakhir yang dibuatnya sebelum mengundurkan diri Senin, merujuk kasus tersebut ke Dewan Kehakiman Tertinggi.

Badan peradilan tertinggi Lebanon, yang menangani kejahatan keamanan nasional serta kejahatan politik dan keamanan negara.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved