Luar Negeri
Rakyat Lebanon Hening Cipta, Kenang Korban Ledakan Dahsyat Beirut
Sebuah negara yang masih menguburkan jenazahnya pada Selasa (11/8/2020) menandai seminggu ledakan di Beirut.
SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Sebuah negara yang masih menguburkan jenazah pada Selasa (11/8/2020) menandai seminggu ledakan di Beirut.
Ledakan telah meratakan sebagian besar pelabuhan ibu kota Lebanon, merusak gedung-gedung dan menyebabkan ribuan orang tewas dan terluka.
Beberapa peristiwa, termasuk momen hening cipta pada pukul 18:08 waktu setempat saat ledakan terjadi.
Hal itu disebabkan oleh ledakan 2.750 ton amoniak nitrat yang telah tersimpan di pelabuhan Beirut selama lebih dari enam tahun.
Warga juga menyalakan lilin, seperti dilansir ArabNews, Selasa (11/8/2020).
Ledakan itu telah memicu kemarahan rakyat terhadap para pemimpin politik dan badan keamanan negara itu.
Menyebabkan pengunduran diri pemerintah pada Senin (10/8/2020).
Setelah bencana tersebut, dokumen yang menunjukkan pejabat tinggi Lebanon tahu tentang timbunan di jantung kota Beirut telah terungkap.
Tetapi, tidak melakukan apa-apa, sehingga ledakan menghancurkan terjadi.
• Warga Arab Saudi Ramai-Ramai Beri Sumbangan ke Lebanon, Bantu Warga Tertimpa Ledakan Dahsyat Beirut
• Pejabat Keamanan Lebanon Telah Peringatkan PM dan Presiden, Amoniak Nitrat Dapat Hancurkan Beirut
• Arab Saudi Sudah Angkut Bantuan dengan Empat Pesawat Kargo ke Lebanon
Masih belum jelas apa yang menyebabkan kebakaran di gudang pelabuhan yang memicu ledakan bahan kimia.
Menciptakan gelombang kejut yang begitu kuat hingga terasa hingga pulau Siprus, lebih dari 200 kilometer di seberang Mediterania. .
"Dari satu menit ke menit berikutnya, dunia berubah untuk orang-orang di Beirut," kata Basma Tabaja, Wakil Ketua Delegasi Komite Internasional Palang Merah di Lebanon, Selasa (11/8/2020).
Ledakan itu, yang melenyapkan pelabuhan ibu kota, merusak ribuan apartemen dan perkantoran di ibu kota menjadi puncak krisis ekonomi dan keuangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Negara ini telah terperosok sejak akhir tahun lalu, menambah tekanan negara.
Kontak di balik layar untuk pembentukan pemerintahan baru, sehari setelah Perdana Menteri Hassan Diab mengundurkan diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/keluarga-lebanon-saling-berduka.jpg)