Sabtu, 25 April 2026

Ulama Aceh

Waled Marhaban Bakongan, dari Ulama hingga Tokoh Perdamaian Aceh

Ketika Gusdur menjadi Presiden, Waled Marhaban beberapa kali pergi ke Jakarta menjumpai Gusdur beserta dengan rombongan mengusulkan damai Aceh.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM/ SYAMSUL AZMAN
Waled Marhaban Bakongan 

Beliau melihat semangka sangat banyak kemudian pada pertengahan tahunnya ikut serta mengelilingi beberapa negara di Asia dan Eropa.

Kala itu santri mulai banyak, kurang lebih 200an orang, termasuk dari Bandung dan sekarang telah membuat pesantren sendiri, pun ada beberapa murid lain yang sudah membuka pesantren sendiri.

Waled Marhaban dengan Gusdur

Ketika Gusdur menjadi Presiden, Waled Marhaban beberapa kali pergi ke Jakarta menjumpai Gusdur beserta dengan rombongan untuk mengusulkan damai terkait konflik Aceh dengan RI.

Sambil menyuarakan damai waktu itu, oleh Prof Hadi Arifin, Rektor Universitas Malikulsaleh mengajak Waled Marbahan membantu pendirian Universitas Malikussaleh (Unimal).

Ada beberapa kali Waled Marbahan menemui Gusdur sampai dapat satu keputusan kongkret dengan Menteri Pendidikan, sehingga pendirian Unimal itu adalah obat untuk konflik Aceh.

Pada masa Presiden Megawati, Unimal resmi menjadi kampus negeri.

Setelah Unimal resmi menjadi kampus negeri, Waled Marhaban dijemput oleh rektor dan pembantu rektor ke pesantren Raudhatul Muna, untuk pembinaan akhlak para dosen dan pegawai dalam lingkungan Unimal.

Waled Marhaban mengajar satu bulan sekali, waktu konflik berangkat dari Teupin Gajah, Aceh Selatan dengan pesawat ke Medan, dilanjutkan dari Medan naik pesawat lagi ke Lhokseumawe.

Waled Marhaban Anggota MPU Aceh

Tahun 2007 Waled Marhaban diundang oleh MPU Provinsi dan terpilih menjadi Anggota MPU Komisi Fatwa.

Sampai saat ini Waled Marhaban telah masuk periode ketiga, maka lebih kurang sudah 13 tahun menjadi Anggota MPU Provinsi Aceh.

Waled Marhaban dan Lembaga Wali Nanggroe

Pada tahun 2017 Waled Marhaban Bakongan diajak secara pribadi oleh Malik Mahmud dengan cara mengirim utusan ke Raudhatul Muna untuk dijadikan salah satu Tuha Peut Aceh dibawah naungan Wali Nanggroe.

Karena hal tersebut, Waled Marhaban meminta nasehat pada Abu Tumin. Waled Marhaban musyarawah dengan Abu Tumin menceritakan ajakan untuk menjadi salah satu anggota Tuha Peut Wali Nanggroe.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved