Rabu, 6 Mei 2026

Berita Bireuen

Dinsos Antar Bantuan Masa Panik kepada Korban Kebakaran di Peudada, Ini Musibah Kedua di Agustus

“Selain dua unit rumah terbakar, ada satu bangunan warung di Jangka diterjang angin kencang,” ujar Faisal Kamal.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Dok Dinsos Bireuen
Tim Dinsos Bireuen bersama unsur Polsek serta perangkat desa menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Desa BlangKubu, Peudada, Bireuen, Rabu (12/8/2020). 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Tim dari Dinas Sosial Bireuen mengantar bantuan masa panik untuk korban kebakaran gedung PAUD dan juga satu unit rumah yang berdempetan dengan bangunan PAUD itu di Desa Blang Kubu, Peudada yang terjadi, Rabu (12/8/2020) sekitar pukul 14.45 WIB.

Kepala Dinas Sosial Bireuen, Mulyadi SE MM, melalui Kabid Rehabilitasi dan Jaminan Sosial, Faisal Kamal SSos kepada Serambinews.com mengatakan, musibah kebakaran yang terjadi di Peudada itu adalah yang kedua di Bireuen pada bulan Agustus 2020.

Ia menjelaskan, dua hari lalu, ada satu unit rumah dapur atau rumah lama yang dijadikan dapur milik pasangan suami isteri yang berprofesi sebagai guru di Desa Pante Piyeu, Peusangan, juga ludes terbakar.

“Selain dua unit rumah terbakar, ada satu bangunan warung di Jangka diterjang angin kencang,” ujar Faisal Kamal.

Terhadap musibah kebakaran rumah warga tersebut, terangnya, Pemkab Bireuen melalui Dinsos segera melakukan pendataan dan mengantar bantuan masa panik.

Tujuh Daerah di Aceh Berpotensi Angin Kencang, Tinggi Gelombang Banda Aceh-Sabang Capai 2,5 Meter

VIDEO Enam Rumah Terbakar di Aceh Tenggara, 20 Jiwa Mengungsi

Staf KPU yang Ditusuk Orang Tidak Dikenal, Sempat Telepon Ibunda Sebelum Dibunuh

Bantuan masa panik untuk korban di Desa Blang Kubu, Peudada, beber Faisal Kamal, sudah diantar pada hari itu juga sekitar pukul 17.00 WIB, oleh tim relawan dari Dinas Sosial Bireuen.

Ada pun bantuan yang diserahkan kepada Nurjati Alatif selaku pimpinan PAUD dan juga pemilik rumah berupa bahan pokok seperti beras, mie instan, dan minyak goreng. Juga diserahkan, perlengkapan shalat dan paket kebutuhan khusus seperti triplek, cat, dan lainnya.

Menyangkut perhatian selanjutnya, terutama perbaikan bangunan PAUD yang terbakar, ungkap dia, akan disampaikan kepada dinas terkait dan Bupati Bireuen.

Sementara itu, Tg Syarifuddin, mantan mukim Batee Kureng, Peudada, Bireuen kepada Serambinews.com mengatakan, PAUD itu merupakan sarana belajar anak-anak yang masih kecil.

Ini Rangkaian Kegiatan Dalam Rangka HUT RI di Lhokseumawe, Minus Perlombaan dan Karnaval

Kakanwil Kemenag Aceh Janji Tertibkan KKN di Lingkungan Kementerian Agama

Produksi Tirta Mountala Belum Maksimal, Suplai Air Belum Merata

"PAUD ini sudah ada sejak 20 tahun lalu. Karena itu,kami berharap dapat dibantu semaksimal mungkin sehingga kegiatan PAUD tidak mengalami kendala," pintanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved