Breaking News:

Berita Banda Aceh

GeRAK Apresiasi Plt Gubernur Karena Batalkan Kegiatan Tour Damai Aceh

Gerakan Anti Korupsi Aceh (GeRAK) mengapresiasi Pemerintah Aceh karena telah membatalkan kegiatan touring damai Aceh dalam rangka peringatan 15 tahun.

Penulis: Subur Dani | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Koordinator GERAK Aceh, Askhalani. 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Gerakan Anti Korupsi Aceh (GeRAK) mengapresiasi Pemerintah Aceh karena telah membatalkan kegiatan touring damai Aceh dalam rangka peringatan 15 tahun perdamaian Aceh.

Seperti diketahui, Koordinator GeRAK, Askhalani sehari sebelumnya intens memberi komentarnya terkait rencana kegaiatan itu pada laman Facebooknya, Askhal Ask.

Askhalani juga sempat mengunggah surat Sekda Aceh kepada bupati/wali kota yang meminta pengamanan khusus untuk para bikers moge dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, aktivis anti korupsi ini juga sempat mengunggah jumlah dan plot anggaran DPA untuk kegiatan tersebut yang bernilai Rp 305.664.796.

Hari ini, melalui laman Facebooknya, Askhalani menulis surat terbuka kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Jenazah Covid-19 di Kota Subulussalam Dimakamkan dengan Protokol Kesehatan

Suku Orang Asli Malaysia Masuk Islam, 10 Tahun Belajar Agama hingga Mimpi Bertemu Pria Jubah Putih

Askhalani mengapresiasi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan Pemerintah Aceh yang telah membatalkan kegiatan tersebut.

"Yang terhormat Plt Gubernur Aceh, penghargaan dan apresiasi kami atas langkah cepat Anda untuk menolak hadir dan membatalkan kegiatan touring damai Aceh. Tetap istikamah dan pro publik di sisa masa jabatan yang diemban," tulis Askhalani.

Khusus untuk IMBI Aceh Askhalani juga mengapresiasi tinggi karena mereka mengundurkan diri dari kegiatan tersebut. "Tetap sporty dan terus mengkampanyekan tentang keindahan Aceh pada dunia," tulisanya.

Terkhusus untuk Badan Reintegrasi Aceh, Askhalani mengatakan, karena kegiatan tersebut dibatalkan maka anggarannya juga harus dibabatalkan.

"Karena kegiatan batal maka secara kedudukan hukum anggarannya juga batal, jadi wajib dikembalikan ke KAS daerah dengan total Rp305.664.796. Dan jika lembaga BRA urung untuk mengembalikan maka potensi dugaan tindak pidana korupsi terencana dapat disangkakan," tulisanya.

"Penghargaan tinggi kepada para netizen Aceh yang hebat, dan mampu menjadi sebuah gerakan sosial di tengah pendemi Covid-19," pungkas Askhalani.

Postingan Ashkalani itu mendapat antusias para pengguna akun lainnya.(*)

Suku Orang Asli Malaysia Masuk Islam, 10 Tahun Belajar Agama hingga Mimpi Bertemu Pria Jubah Putih

Realisasi Belanja APBA 2020 Baru Mencapai 30,09 Persen, Di Bawah Rata-Rata Provinsi dan Nasional

Jubir PA Aceh Singkil: Bendera Bintang Bulan Identitas Aceh tak Boleh Dilarang Dikibarkan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved