Berita Aceh Tengah
Bupati Aceh Tengah Imbau Warga tak Gelar Lomba 17-an
Lomba pesta rakyat memeriahkan HUT RI, biasanya digelar hampir di setiap kampung. Namun untuk tahun ini ditiadakan untuk meminimalisir Covid-19.
Penulis: Mahyadi | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Mahyadi | Aceh Tegah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar mengingatkan agar warga tidak menggelar kegiatan pesta rakyat serta beragam kegiatan lomba 17 –an dalam memeriahkan HUT ke-75 Republik Indonesia.
Imbauan itu, dia sampaikan karena mengingat masih adanya penyebaran Covid-19.
Selain pesta rakyat, beberapa kegiatan yang menjadi rangkaian HUT RI setiap tahunya, juga banyak yang dipangkas serta upacara HUT ke-75 RI, di Kabupaten Aceh Tengah, direncanakan akan diselenggarakan secara sederhana. Peserta upacara juga dibatasi hanya diikuti sejumlah instansi.
Kegiatan pesta rakyat dalam rangka memeriahkan HUT RI, biasanya digelar hampir di setiap kampung.
Mulai dari perlombaan panjat pinang, balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, joget balon, ambil koin dalam tepung, serta beragam kegiatan hiburan lainnya.
Sedangkan kegiatan berskala besar yang ditunda pelaksanaan di tahun ini, seperti kegiatan karnaval budaya serta pacuan kuda tradisional di lapangan HM Hasan Gayo Blang Bebangka, Pegasing.
“Untuk sementara, kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang banyak ditunda dulu pelaksanaanya,” kata Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar kepada Serambinews.com, Jumat (14/8/2020).
Termasuk, lanjut Shabela Abubakar, kegiatan pesta rakyat serta perlombaan 17-an untuk sementara tidak dilaksanakan dulu. Intinya, setiap aktifitas yang bisa mengundang kerumunan orang agar dapat dihindari.
“Kegiatan pacu kuda serta karnaval budaya saja kita tunda. Begitu juga untuk pagelaran lainya. Ini juga akan kita ingatkan melalui para camat,” lanjutnya.
• BREAKING NEWS - Cut Lela Tenggelam di Krueng Meureubo Setelah Lompat dari Boat
• Pemkab Aceh Timur Dukung Program Konservasi Badak Sumatera
• Peringati Hari Jadi, Polwan Polres Lhokseumawe Bagikan Sembako
Disisi lain, Bupati Aceh Tengah, mengaspresiasi kesadaran masyarakat di daerah itu, yang cukup tinggi terhadap pencegahan penyebaran Covid-19. Bukan hanya di area perkotaan, tetapi kesadaran warga sampai ke pelosok kampung.
“Kita berharap, bukan hanya pemerintah tetapi semua lapisan masyarakat, bisa bahu membahu bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19,” ungkap Shabela.
Dia juga mengingatkan, agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, berupa penggunaan masker, mencuci tangan, serta bila tidak perlu hindari keramaian untuk mencegah serta memotong mata rantai penyebaran Covid-19.
“Penerapan serta menjalankan protokol kesehatan, akan sangat membantu mencegah penyebaran Covid-19,” pungkasnya.(*)
• BREAKING NEWS - Kebakaran Hebat di Simpang Tiga Redelong Bener Meriah Hanguskan Sejumlah Toko
• VIDEO - Pria Ini Dihantam Ombak Besar di Depan Istri dan anaknya, Hingga Terseret dan Hilang
• Naik Pitam Gegara Digugat Warisan, Ibu Ini Minta ASI-nya Dibayar: Dia Harus Bayar Air Susu Saya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bupati-aceh-tengah-shabela-abubakar-keluarkan-perbup-berbahasa-gayo.jpg)