Berita Kutaraja

DPRA Ajak Rakyat Jadikan Agustus Sebagai Bulan Penuh Sejarah

Ia menyatakan, mengisi pembangunan di era kemerdekaan hampir sama beratnya dengan mengisi pembangunan di era damai Aceh.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Saifullah
Dok Humas DPRA
Wakil Ketua DPRA, Safaruddin didampingi Wakil Ketua II, Dalimi, dan Asisten I Setda Aceh, M Jafar, memimpin rapat paripurna dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan dari Presiden RI, Jokowi dalam rangka menyambut hari kemerdekaan pada 17 Agustus 2020, di Gedung DPRA, Jumat (14/8/2020). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Safaruddin mempimpin rapat paripurna dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan dari Presiden RI, Jokowi dalam rangka menyambut hari kemerdekaan pada 17 Agustus 2020.

Rapat tersebut berlangsung di ruang paripurna di Gedung DPRA, Jumat (14/8/2020). Kegiatan itu juga diikuti Wakil Ketua I DPRA, Dalimi bersama anggota dewan lainnya. Dari Pemerintah Aceh hadir Asisten I Setda Aceh, M Jafar mewakili Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Pidato Presiden Jokowi ditayangkan sekitar pukul 10.00 WIB, melalui layar tancap. Pidato itu disampaikan dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Semua anggota DPRA mendengarkan amanat yang disampaikan kepala negara Indonesia tersebut.

Sebelum mendengarkan pidato Presiden, Safaruddin menyampaikan sambutan setelah membuka rapat paripurna itu. Ia mengatakan bahwa hari Kemerdekaan Republik Indonesia diperingati hampir bersamaan dengan Hari Perdamaian Aceh yang jatuh pada 15 Agustus.

Ia menyatakan, mengisi pembangunan di era kemerdekaan hampir sama beratnya dengan mengisi pembangunan di era damai Aceh.

Posko Pemantauan Covid-19 di Lembah Sabil Abdya Resmi Ditutup, Ini Sebabnya

Di Tengah Wabah Covid-19, Trio Penulis Aceh Lahirkan Buku Tentang Bencana

Dikritik Tak Punya Road Map Soal Rumah Isolasi Pasien Covid di Pemukiman, Ini Penjelasan Jubir

"Perdamaian Aceh diperoleh berkat keinginan kedua pihak untuk mengakhiri konflik Aceh dan selanjutnya bersatu dalam pengakuan negara kesatuan Republik Indonesia," kata Safaruddin.

Karena itu, politisi Partai Gerindra ini mengajak, semua pihak untuk menghayati kedua peristiwa penting ini dengan menempatkan bulan Agustus sebagai bulan penuh sejarah bagi seluruh bangsa Indonesia dan rakyat Aceh.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRA, Safaruddin juga menyampaikan bahwa saat ini negara sedang berjuang agar tidak terjerembab ke dalam resesi ekonomi.

Peringatan HUT RI ini, lanjutnya, harus dijadikan momentum dengan memanfaatkan kesempatan emas, utamanya dengan bangkit menyatupadukan langkah dalam mereposisi strategi dan memastikan seluruh rencana aksi Aceh hebat serta Indonesia Maju sampai dengan tataran masyarakat terbawah.

Peringati Hari Kemerdekaan RI Ke-75, IKAPTK Aceh Bagikan 1.945 Masker

Klub Liga 1 2020 Dilarang Naik Pesawat, PT Liga Sediakan 2 Bus

Pakai Burkini ke Pantai Mediterania, Wanita Mesir Dicaci-maki oleh Pengunjung Lain

"Peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI ini hendaknya juga dapat dijadikan ajang memetik pembelajaran dari spirit dan teladan para pendiri bangsa, yang telah mewariskan spirit kebersamaan, gotong royong, gigih berjuang, ketangguhan, dan daya adaptasi yang telah teruji dalam menggapai cita-cita kemerdekaan," ungkapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved