Kamis, 23 April 2026

Luar Negeri

Israel Bebaskan Tanpa Syarat Pemimpin Kampanye Palestina Boikot ke Yahudi

Pemimpin BDS (Boikot, Divestasi dan Sanksi) Palestina telah dibebaskan dari penjara Israel, Senin (17/8/2020).

Editor: M Nur Pakar
AFP/ABBAS MOMANI
Warga memprotes penahanan pemimpin BDS, Mahmoud Nawajaa yang ditahan Israel di Ramallah, Palestina pada Selasa (11/8/2020). 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Pemimpin BDS (Boikot Divestasi dan Sanksi) Palestina telah dibebaskan dari penjara Israel, Senin (17/8/2020).

Gerakan itu mengatakan penyelenggara kampanye telah dibebaskan tanpa dakwaan oleh Israel setelah lebih dari dua minggu dalam penahanan.

Anggota BDS mengatakan Mahmoud Nawajaa sedang dalam perjalanan kembali ke Tepi Barat yang diduduki, seperti dilansir AP, Senin (17/8/2020).

BDS merupakan bagian dari kampanye global untuk menekan Israel dari segi ekonomi dan politik agar mengakhiri pendudukan terhadap tanah Palestina.

“Mereka tidak dapat menghancurkan kami karena mereka tidak dapat menghancurkan sebuah ide atau melawan strategi kami," Kata Nawajaa dalam sebuah pernyataan.

"Terlepas dari semua sumber daya keuangan, intelijen, politik, diplomatik dan propaganda yang telah mereka investasikan,” tambahnya.

Israel tak Mundur dari Tanah yang Dicari Palestina, Solusi Dua Negara Sudah Usang

Siswa Positif Corona Masuk Sekolah, Ternyata Orang Tuanya Keliru Anggap Berakhirnya Masa Karantina

Warga Palestina Demo Kantor Diplomatik Jerman, Tuntut Pembebasan Mahmoud Nawajaa dari Penjara Israel

Badan keamanan Israel Shin Bet mengatakan Nawajaa ditangkap pada 30 Juli 2020 karena dicurigai melakukan pelanggaran keamanan yang tidak disebutkan.

Dikatakan, kecurigaan itu tidak terkait dengan kegiatan boikotnya, tetapi Shin Bet tidak segera menanggapi permintaan komentar ke wartawan.

Kampanye BDS menganjurkan boikot, divestasi, dan sanksi terhadap Israel untuk memprotes apa yang dikatakannya sebagai penindasan Israel terhadap Palestina.

Israel mengatakan pesan non-kekerasan gerakan BDS menutupi agenda untuk mendelegitimasi dan bahkan menghancurkan negara.

Pekan lalu, puluhan warga Palestina melakukan protes di kota Ramallah, Tepi Barat, menyerukan pembebasan Nawajaa.

Kelompok hak asasi manusia global Amnesty International juga telah meminta Israel untuk segera dan tanpa syarat membebaskannya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved