Kesehatan
Khasiat Mentimun Ternyata Bisa Kendalikan Hipertensi, Ini Cara Olahannya
Banyak cara yang bisa anda lakukan untuk mengendalikan Tekanan Darah Tinggi.
Banyak cara yang bisa anda lakukan untuk mengendalikan Tekanan Darah Tinggi.
SERAMBINEWS.COM - Imbangi kesehatan tubuh dengan menjaga makanan, olahrag dan istirahat cukup.
Tekanan Darah Tinggi atau hipertensi merupakan kondisi permanen di mana tekanan darah terus menerus tinggi atau lebih dari 140/90 mmHg.
Tekanan Darah Tinggi terjadi akibat sejumlah hal, terutama pola makan serta gaya hidup yang tidak sehat.
Banyak cara yang bisa anda lakukan untuk mengendalikan Tekanan Darah Tinggi.
Salah satu caranya dengan mengonsumsi makanan sehat, seperti mentimun.
Timun sering dijadikan sayur lalapan teman makan nasi dan lauk pauk.
Tak hanya menyegarkan mulut, timun juga diperkaya oleh segudang nutrisi yang penting untuk kesehatan tubuh. Misalnya saja, vitamin C, kalium, dan antioksidan seperti karotenoid dan tokoferol.
Salah satu manfaat timun terutama sangat penting bagi orang-orang yang punya hipertensi.
• Ini Keutamaan 3 Puasa Sunnah Dianjurkan di Bulan Muharram, Tasuah, Asyura dan Ayyamul Bidh
• Ini Doa dan Niat Shalat Tahajud yang Dibaca serta Lafal Zikir
• Rektor Tegaskan Lab Penyakit Infeksi Unsyiah Belum Overload, Masih Sanggup Periksa 400 Spesimen/Hari
Dilansir Tribuncirebon.com dari Hellosehat.com, mentimun memiliki efek yang sama seperti obat hipertensi ACE inhibitor, untuk menghambat protein angiotensin I dalam darah.
Bila protein ini tidak dihambat, maka protein ini dapat berubah menjadi angiotensin II yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi). Akibatnya, tekanan darah meningkat.
Satu porsi 50 gram timun mengandung 80 gram kalium, yang baik untuk menurunkan darah. Dalam tubuh, kalium bekerja melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah menurun.
Timun juga diperkaya oleh antioksidan penting yang membantu memerangi radikal bebas dan stres oksidatif dalam tubuh.
Kedua hal ini dapat menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh manusia, seperti hipertensi, gangguan jantung, stroke dan kanker.
Walaupun tubuh kita sebenarnya sudah memiliki sistem imun yang berfungsi untuk melawan radikal bebas, namun tubuh kita masih tetap memerlukan asupan antioksidan yang berasal dari makanan untuk mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mentimun-2.jpg)