Senin, 13 April 2026

Luar Negeri

Sekjen GCC Kecam Presiden Iran, Rencanakan Serangan ke UEA

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Kerjasama Teluk (GCC) mengecam ancaman yang dibuat oleh Presiden Iran Hassan Rouhani.

Editor: M Nur Pakar
iStock
Sekjen Dewan Kerjasama Teluk (GCC), Nayef Falah M. Al-Hajraf 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Kerjasama Teluk (GCC) mengecam ancaman yang dibuat oleh Presiden Iran Hassan Rouhani.

Iran telah merencanakan serangan ke Uni Emirat Arab (UEA) seusai melakukan perjanjian damai dengan Israel.

Dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Jenderal Nayef Falah M. Al-Hajraf mengatakan GCC berdiri dalam solidaritas dengan UEA terhadap segala ancaman keamanan dan kedaulatannya.

"Iran harus mematuhi Piagam PBB dan menahan diri dari campur tangan urusan dalam negeri negara lain," kata pernyataan itu, seperti dilansir ArabNews, Senin (17/8/2020).

Iran pada Sabtu (15/8/2020) mengeluarkan ancaman untuk melancarkan serangan terhadap UEA.

Rouhani mengatakan UEA membuat kesalahan besar dengan membuat kesepakatan dengan Israel.

Sebuah editorial halaman depan harian garis keras Iran, Kayhan, yang ditunjuk oleh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan:

“Pengkhianatan besar UEA terhadap rakyat Palestina… akan mengubah negara kecil dan kaya ini, yang sangat bergantung tentang keamanan, menjadi target yang sah dan mudah. ​​"

Analis mengatakan ancaman baru harus ditanggapi dengan serius.

Iran Ancam Serang UEA, Buka Hubungan Diplomatik dengan Yahudi

Iran dan Turki Sebut UEA Tikam Rakyat Palestina dari Belakang

Presiden Israel Undang Putra Mahkota UEA, Pengusaha Emirat Buka Hubungan dengan Israir

Mengingat Iran telah menargetkan warga sipil Arab Saudi dengan rudal yang diluncurkan oleh pasukan proksi di Irak dan Yaman.

Minggu pagi, UEA memanggil Kuasa Usaha di Kedutaan Iran di Abu Dhabi untuk menjelaskan ancaman tersebut.

UEA adalah anggota GCC, yang mencakup Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Qatar.

Perjanjian penting, yang ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump pada 13 Agustus, dimaksudkan untuk memajukan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Israel berkewajiban untuk menangguhkan rencana untuk mencaplok lagi bagian Tepi Barat karena kedua negara bekerjasam pada normalisasi penuh hubungan diplomatik.

Ali Abdullah Al-Ahmed, Duta Besar Emirat untuk Prancis, menjelaskan kesepakatan itu hanyalah permulaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved