Berita Aceh Tengah
Antisipasi Musibah Kebakaran, BPBD Aceh Tengah Usulkan Penambahan Pos Damkar
Kabupaten Aceh Tengah, merupakan salah satu daerah yang rawan terjadinya musibah kebakaran. Insiden amukan si jago merah itu, tak jarang...
Penulis: Mahyadi | Editor: Jalimin
Laporan Mahyadi | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Kabupaten Aceh Tengah, merupakan salah satu daerah yang rawan terjadinya musibah kebakaran. Insiden amukan si jago merah itu, tak jarang menghanguskan pemukiman, lahan serta kawasan hutan. Namun belum semua kecamatan di daerah itu, memiliki pos pemadam kebakaran (damkar).
Padahal, jarak tempuh sebagian kecamatan, ada yang masih cukup jauh jangkauannya dari pos-pos damkar yang ada di daerah itu. Ditambah lagi dengan kondisi daerah berbukit-bukit, serta jalan yang berkelok-kelok sehingga butuh waktu lama dalam menjangkau ke titik lokasi kebakaran.
Melihat kondisi itu, BPBD Aceh Tengah, mengusulkan adanya penambahan pos damkar di Kecamatan Rusip Antara, Celala, Atu Lintang, serta Kecamatan Pegasing.
“Saat ini pos damkar, terdapat di beberapa lokasi, seperti Pos Induk di Kota Takengon, Kecamatan Bintang, Silih Nara, Ketol, Linge, dan Jagong Jeget,” kata Kalaks BPBD Aceh Tengah, Ishak kepada Serambinews.com, Selasa (18/8/2020).
• Staf Keuangan Setdakab Postif Covid-19, Gaji ke-13 Pegawai belum Diproses
• Kebun Binatang Washington Menunggu Bayi Panda, Diperkirakan Lahir Dalam Pekan Ini
Dia mericincikan, untuk jumlah mobil armada kebakaran, Aceh Tengah memiliki 11 unit yang ditempatkan di sejumlah pos. Untuk induk, disiagakan 6 unit mobil damkar, serta satu unit di masing-masing pos kecamatan. “Sebagian ada yang keluaran lama, tapi masih bisa difungsikan walaupun terkadang sempat rusak,” rincinya.
Untuk itu, lanjut Ishak, diperlukan adanya peremajaan maupun perbaikan armada pemadam kebakaran yang sudah tersedia sehingga siap digunakan ketika terjadi insiden kebakaran. Termasuk juga perbaikan serta penambahan fasilitas yang dibutuhkan di pos-pos damkar.
“saat ini, kita juga butuh armada kapasitas kecil, 2.000 hingga 3.000 liter untuk menjangkau lokasi yang sempit,” lanjutnya.
Ishak menambahkan, untuk Sumber Daya Manusia (SDM), diperlukan adanya pelatihan serta training bagi personel damkar serta penyediaan alat pelindung yang beberapa diantaranya belum memenuhi standar.
“Selain itu, masih diperlukan edukasi kepada masyarkat, dalam mencegah serta menanggulangi musibah kebakaran,” pungkasnya.(*)
• Tiga Bayi Lahir Pada 17 Agustus di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh
• Staf Keuangan Setdakab Postif Covid-19, Gaji ke-13 Pegawai belum Diproses
• Tito: Pejabat Kemendagri Harus Punya Kesungguhan Layani Masyarakat dan Kikis Sikap Ambtenaar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kalaks-bpbd-aceh-tengah-drs-ishak.jpg)