Luar Negeri

Lapisan Es Greenland Masuk Masa Kritis, Permukaan Air Laut Terus Naik, Banjir Ancam Dunia

Mencairnya lapisan es di Greenland telah terjadi sedemikian rupa. Sehingga tidak lagi dapat diubah, dengan hujan salju tidak lagi mengimbangi

Editor: M Nur Pakar
AFP/Jonathan NACKSTRAND
Foto pada 17 Agustus 2019 ini menunjukkan bongkahan es memisahkan diri dari gletser Apusiajik, Kotamadya Sermersooq, tenggara Greenland, Denmark. 

SERAMBINEWS.COM, GREENLAND - Mencairnya lapisan es di Greenland, Denmark telah terjadi sedemikian rupa.

Sehingga tidak lagi dapat diubah, dengan hujan salju tidak lagi mengimbangi hilangnya es.

Bahkan jika pemanasan global akan berakhir hari ini, menurut para peneliti.

"Gletser Greenland telah melewati titik kritis, di mana hujan salju yang mengisi kembali lapisan es setiap tahun tidak dapat mengimbangi es yang mengalir ke laut," kata peneliti.

Pernyataan itu dari Ohio State University, di mana beberapa a studi yang diterbitkan 13 Agustus 2020 di Komunikasi Bumi dan Lingkungan.

Perubahan iklim memiliki efek yang menghancurkan gletser dunia, dengan pencairan es menjadi ancaman bagi Dunia.

Banjir besar yang terjadi di berbagai belahan dunia, tidak terlepas dari mencairnya gunung es di Greenland.

Kebun Binatang Washington Menunggu Bayi Panda, Diperkirakan Lahir Dalam Pekan Ini

VIDEO Ratusan Massa Geruduk Gedung Dewan Bener Meriah, Kecewa Terhadap Penanganan Kebakaran

Tiga Bayi Lahir Pada 17 Agustus di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh

Laporan mengkhawatirkan tentang pencairan es di pulau Arktik yang luas yang memanas dua kali lebih cepat dari bagian lain planet ini telah berlipat ganda dalam beberapa tahun terakhir ini.

Sekitar 25 persen dari permukaan Greenland, sebuah pulau seluas dua juta kilometer persegi atau empat kali luas Prancis, tertutup es.

"Studi ini mengkonfirmasi banyak dari penelitian lain ... "

"Bahwa kombinasi pencairan dan pembentukan gunung es menjelaskan banyaknya es yang hilang dari Greenland selama beberapa dekade terakhir ini," kata Ruth Mottram.

Dia pakar iklim dari Institut Meteorologi Denmark menyatakan kepada AFP, Selasa (18/8/2020).

Dikatakan, pada 1980-an dan 1990-an, lapisan es kehilangan sekitar 450 miliar ton es per tahun.

Tetapi dikompensasi oleh hujan salju, kata para ilmuwan setelah menganalisis data selama 40 tahun.

Tetapi pencairan es telah meningkat pesat pada abad ini, naik menjadi 500 miliar ton dan tidak lagi cukup diisi dengan hujan salju.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved