Kamis, 23 April 2026

Berita Luar Negeri

Laporan Intelijen, Iran dan Rusia Bayar Taliban Jika Serang Pasukan Amerika Serikat

Badan intelijen Amerika Serikat ( AS) duga bahwa Iran memberikan imbalan kepada Taliban jika melakukan serangan kepada pasukan AS dan pasukan koalisi

Editor: Muhammad Hadi
AFP PHOTO
Pasukan Taliban.(AFP PHOTO) 

SERAMBINEWS.COM - Badan intelijen Amerika Serikat ( AS) menduga bahwa Iran memberikan imbalan kepada Taliban jika melakukan serangan kepada pasukan AS dan pasukan koalisi.

Hal itu dilaporkan oleh Zachary Cohen dari CNN pada Senin (17/8/2020).

Diwartakan Business Insider, badan intelijen AS mengidentifikasi pembayaran imbalan tersebut terkait dengan enam serangan yang dilakukan oleh Taliban pada 2019.

Suami Pasang CCTV di Rumah, Betapa Terkejut Ternyata Begini Tingkah Laku Istrinya

Salah satu dari enam serangan Taliban tersebut adalah serangan bom bunuh diri di Pangkalan Udara Bagram pada Desember.

Pemboman itu menewaskan dua warga sipil dan melukai puluhan lainnya, termasuk empat personel tentara AS.

Hadiah atas serangan terhadap Pangkalan Udara Bagram dibayarkan pemerintah asing melalui jaringan Haqqani di mana pemimpin jaringan ini adalah wakil kepala dari kelompok Taliban.

Informasi tersebut didapatkan menurut dokumen pengarahan Pentagon yang ditinjau oleh CNN.

Video Viral Cewek-cewek Injak Kain Warna Merah Putih, Warganet Sebut Bendera Indonesia

Dua sumber yang mengetahui informasi intelijen tersebut mengatakan kepada CNN bahwa pemerintah asing yang dirujuk dalam dokumen itu adalah Iran.

Pada awal Januari, Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan pesawat nirawak yang menewaskan jenderal top Iran, Qassem Soleimani, di Irak.

Serangan mematikan itu terjadi kurang dari sebulan setelah serangan bom bunuh diri terhadap Pangkalan Udara Bagram.

Sebelum serangan di Irak, sejumlah instansi AS terlibat dalam apa yang digambarkan CNN sebagai proses panjang dalam mengembangkan opsi untuk melawan dukungan moneter Iran terhadap kelompok-kelompok milisi di Afghanistan.

Temuan Terbaru Peneliti Jerman, Obat Kumur Bisa Cegah Penularan Covid-19, Simak Penjelasannya

Plot hadiah Iran yang dicurigai dikutip oleh pejabat AS sebagai pembenaran parsial untuk serangan terhadap Soleimani.

Hal itu diungkapkan oleh seorang pejabat pemerintah saat ini dan mantan pejabat senior yang mengetahui situasi tersebut kepada CNN.

Pada Maret, pemerintahan Trump menyatakan bukanlah waktu yang tepat untuk mengambil tindakan yang lebih spesifik dalam menanggapi dugaan plot hadiah dari Iran.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved