Update Corona di Aceh
RSUZA Overkapasitas untuk Pasien Covid-19
Untuk mengoptimalkan pelayanan di rumah sakit rujukan tingkat provinsi ini, kata Azhar, juga sudah dipersiapkan tiga tenda full AC.
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Amirullah
Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh saat ini merawat pasien Covid-19 di Ruang Respiratory Intensive Care Unit (RICU) serta Poliklinik Penyakit Infeksi Emerging dan Reemerging (Pinere) 1 dan 2 dengan kapasitas bed (tempat tidur) terisi di atas 90% dari total 42 bed.
Sebagian pasien positif Covid-19 lainnya diisolasi/dirawat di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan di Asrama Haji Embarkasi Aceh di Banda Aceh.
Mereka yang dirawat terdiri atas dokter ahli, mahasiswa program pendidikan dokter spesialis (PPDS), dokter umum yang jaga instalasi gawat darurat (IGD), dan paramedis/perawat dari RSUZA. Total mereka saat ini hampir 40 orang.
• Fahri Hamzah Bocorkan Honor yang Didapat Usai Jadi Pembicara di ILC, Nominalnya Jadi Sorotan
• Kumpulan Ucapan dan Harapan untuk Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H, Cocok Dibagikan ke Medsos
• VIDEO - Viral Seorang Ayah Berbusana Badut Ajari Anak Mengaji di Pinggir Jalan
"Nah, itu artinya rumah sakit kita sudah overcapacity untuk ukuran board occupation rate (BOR) suatu rumah sakit atau unit layanan yang batas maksimalnya adalah 80%," kata Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT, K-Spine FICS yang ditanyai Serambimews.com di Banda Aceh, Rabu (19/8/2020) siang.
Sebagai solusi atas kondisi yang melebihi daya tampung atau overkapasitas ini, RSUZA menyiapkan penambahan bed Pinere baru di lahan/ruang rawat RSUZA lama yang direnovasi.
"Dengan tambahan ini, alhamdulilah total saat ini ada 166 bed untuk layanan Covid-19 RSUZA," kata Azharuddin.
Selain itu, ditambah dua kamar operasi pasien Covid di IGD lama RSUZA yang juga sudah selesai direnovasi.
Untuk mengoptimalkan pelayanan di rumah sakit rujukan tingkat provinsi ini, kata Azhar, juga sudah dipersiapkan tiga tenda full AC.
Ketiga tenda ini difungsikan sebagai tempat skrining semua pasien yang dirujuk/datang ke IGD RSUZA.
Sejak dua bulan lalu, RSUZA telah memisahkan IGD untuk melayani pasien non-Covid-19 dengan yang datang atau dirujuk ke RSUZA dengan gejala mirip Covid-19.
Upaya ini ditempuh untuk menghindari penularan dari pasien yang baru masuk ke tenaga medis yang bertugas di garda terdepan rumah sakit itu, yakni IGD.
• Viral Video Pernikahan 3 Bersaudara Digelar Sekaligus, Ternyata Ini Alasan dan Ceritanya
• RSUCM Rawat Empat Pasien Positif Covid-19 dan Empat Pasien Reaktif Hasil Rapid Test
• Stop Makan Nasi Dengan 4 Ciri Ini, Bisa Jadi Sumber Penyakit
Azharuddin juga mengakui bahwa saat ini lebih dari 600 pasien positif Covid-19 di Banda Aceh dan Aceh Besar, juga di kabupaten/kota lainnya di Aceh sedang menjalani isolasi mandiri di kediaman masing-masing dengan kontrol yang ketat dari dokter tertentu yang dikerahkan oleh dinas kesehatan setempat.
Hingga hari kemarin, total pasien positif Covid-19 di Aceh mencapai 1.068 orang, 30 meninggal, dan 289 dinyatakan sembuh.
Update kasus hari ini belum diketahui. Seperti biasanya akan diumumkan nanti sore oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-dr-azharuddin-direktur-rsuza.jpg)