Breaking News
Sabtu, 25 April 2026

Luar Negeri

Erdogan Umumkan Temuan Cadangan Gas Alam Terbesar di Laut Hitam

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Jumat (21/8/2020) mengumumkan penemuan cadangan gas alam terbesar di lepas pantai Laut Hitam.

Editor: M Nur Pakar
AP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara kepada wartawan tentang temuan migas terbesar dengan alat kapal pengeboran di Istanbul, Turki, Jumat (21/8/2020). 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Jumat (21/8/2020) mengumumkan penemuan cadangan gas alam terbesar di lepas pantai Laut Hitam.

Dia mengatakan hal itu akan membantu mengurangi ketergantungan negara pada impor.

Erdogan mengatakan cadgangn jumlah gas yang ditemukan sebanyak 320 miliar meter kubik.

Sebuah jumlah yang menurut para analis industri sangat penting bagi Turki, seperti dilansir AP, Jumat (21/8/2020).

Tetapi bukan pengubah permainan yang mungkin mengubah negara itu menjadi pusat energi regional atau secara material mengubah finansialnya.

Turki berharap mulai mengekstraksi dan menggunakan gas tersebut pada tahun 2023, ketika Turki menandai seratus tahun berdirinya republik, kata Erdogan.

"Turki telah menyadari penemuan gas alam terbesar dalam sejarahnya," kata Erdogan.

“Kami bertekad untuk menyelesaikan masalah energi kami dan tidak akan berhenti sampai kami menjadi pengekspor energi bersih," tambahnya.

Berat Albayrak, menteri ekonomi dan menantu Erdogan, mengatakan:

"Kami berharap akan menghapus masalah defisit saat ini dari agenda negara dan berbicara tentang surplus."

Para ahli independen kurang yakin akan klaim itu.

Kangana Tuduh Aamir Khan Berstandar Ganda, Keluhkan Intoleransi di India, Tetapi Kunjungi Turki

VIDEO - Jembatan Unik Penghubung Antara Turki dan Bulgaria

Turki Bakar Hubungan dengan UEA, Tetapi Mempertahankan Hubungan dengan Israel, Mengapa?

Ulrich Leuchtmann, kepala penelitian valuta asing di Commerzbank, mengatakan penemuan tersebut adalah berita positif bagi Turki.

Tetapi bukan perubahan besar yang diharapkan beberapa orang setelah laporan sebelumnya menunjukkan.

Temuan tersebut akan memenuhi kebutuhan energi Turki untuk dua dekade mendatang.

Dia juga mencatat biasanya dibutuhkan waktu hingga satu dekade untuk mengekstraksi gas dari penemuan baru.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved