Luar Negeri
Jalur Gaza Mulai Memanas, Hamas Lepaskan Roket, Israel Kerahkan Jet Tempur
Kawasan Jalur Gaza, Palestina yang dikuasai kelompok Hamas mulai memanas. Peringatan Israel agar Hamas menghentikan balon udara pembakar dibalas
Hal itu telah menyebabkan satu-satunya pembangkit listrik di wilayah itu ditutup, karena kekurangan bahan bakar.
Sebanyak 2 juta penduduk wilayah itu hanya menikmati empat jam listrik sehari.
Israel juga melarang penangkapan ikan di perairan pesisir Gaza, tindakan yang dikatakannya sebagai tanggapan atas balon pembakar.
Mediator Mesir berada di Gaza awal pekan ini mencoba dan menopang gencatan senjata informal tetapi pergi tanpa mengumumkan kemajuan apapun
Israel telah mengizinkan Qatar untuk memberikan bantuan ratusan juta dolar AS ke Gaza dalam beberapa tahun terakhir ini,
Hal itu untuk menjaga ekonomi agar tidak runtuh dan menjaga ketenangan warga Gaza.
Baku tembak terakhir dimulai Kamis (20/8/2020) malam ketika Hamas menembakkan dua roket yang mendarat di dekat pagar keamanan.
Beberapa jam kemudian, tembakan tiga roket dicegat oleh pertahanan rudal Israel.
Tujuh roket lainnya ditembakkan Jumat (21/8/2020) pagi, enam di antaranya ditembak jatuh.
Militer Israel mengatakan melakukan serangan udara yang menargetkan infrastruktur militer Hamas, termasuk yang digunakan untuk membuat amunisi roket.
Itu adalah pertukaran lintas batas paling serius sejak Februari 2020.
Seusai kelompok Jihad Islam yang lebih kecil menembakkan sekitar 80 roket ke Israel.
Untuk membalas salah satu pejuangnya tewas dekat perbatasan ketika diduga menanam bahan
peledak.
Kemudian, Israel menyerang lusinan sasaran di seluruh wilayah Jalur Gaza.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rumah-warga-israel-terkena-rudal.jpg)