Luar Negeri
Kelompok Pemberontak Libya Siap Gencatan Senjata dan Laksanakan Pemilu Segera
Kelompok pemberontak Libya yang merupakan saingan pemerintah yang diakui PBB siap gencatan senjata.
Sisi, telah menjadi pendukung utama pemerintahan yang berbasis di timur yang didominasi oleh
Haftar.
Dia mengatakan pengumuman kembar itu merupakan langkah pentinguntuk memulihkan stabilitas.
Libya berada dalam kekacauan sejak pemberontakan yang didukung Barat menggulingkan dan membunuh diktator lama Muammad Khadafi pada 2011.
Haftar melancarkan serangan pada April 2019 untuk merebut Tripoli dari GNA.
Tetapi langkah itu mendorong intervensi yang meningkat oleh Turki dan sekutu regionalnya Qatar untuk mendukung pemerintahan yang berbasis di Tripoli.
Setelah 14 bulan pertempuran sengit, pasukan pro-GNA yang didukung Turki mengusir pasukan Haftar dari sebagian besar Libya barat.
Kemudian, mendorong mereka ke arah timur ke Sirte, pintu gerbang ladang minyak dan terminal ekspor Libya.
Selain Mesir, Haftar mendapat dukungan dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Rusia, yang mendorong seruan berulang kali dari PBB agar kekuatan luar berhenti ikut campur.
Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas, dalam kunjungan mendadak ke Tripoli minggu ini.
Maas telah memperingatkan Libya menghadapi ketenangan yang menipu sejak pertempuran terhenti di sekitar
Sirte.
Kota pesisir Mediterania tengah, situs simbolis sebagai kota kelahiran Kadhafi, merupakan pintu gerbang ke ladang minyak.
Kemudian, terminal ekspor Libya timur dan pangkalan udara utama Al-Jufra di selatan.
Menanggapi deklarasi pihak-pihak yang bersaing, juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman Maria Adebahr mengatakan bisa menjadi langkah penting untuk membangun perdamaian.
Italia pun menyambut baik pengumuman tersebut.
"Perkembangan ini merupakan langkah penting dan berani menuju stabilisasi krisis Libya," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pejuang-pendukung-pemerintahan-tripoli-libya.jpg)