Sabtu, 11 April 2026

Luar Negeri

Kelompok Pemberontak Libya Siap Gencatan Senjata dan Laksanakan Pemilu Segera

Kelompok pemberontak Libya yang merupakan saingan pemerintah yang diakui PBB siap gencatan senjata.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Mahmud TURKIA
Pejuang pendukung Pemerintahan Nasional Libya (GNA) di Tripoli menjaga wilayah Abu Qurain, jalan masuk Ibu Kota Tripoli dan Benghazi pada 20 Juli 2020. 

SERAMBINEWS.COM, TRIPOLI - Kelompok pemberontak Libya yang merupakan saingan pemerintah yang diakui PBB siap gencatan senjata.

Mereka menyatakan akan segera menghentikan semua permusuhan dan mengatur pemilihan nasional segera.

Sebuah pemahaman yang dengan cepat disambut oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seperti dilansir AFP, Jumat (21/8/2020).

Pernyataan tersebut ditandatangani oleh Fayez al-Sarraj, Kepala Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB yang berbasis di ibu kota Tripoli.

Kemudian, Aguila Saleh, ketua parlemen yang berbasis di timur yang didukung oleh orang kuat militer Jenderal Khalifa Haftar.

Keduanya telah berperang sejak pembentukan pemerintahan Sarraj pada Desember 2015.

Pejabat tinggi PBB untuk Libya, Stephanie Williams, menyerukan semua pihak untuk bangkit pada peristiwa bersejarah ini.

Juga harus memikul tanggung jawab penuh di hadapan rakyat Libya.

Sarraj menyerukan diadakannya pemilihan presiden dan parlemen Maret 2021 mendatang dan mengakhiri semua operasi tempur.

Di sisi lain, Saleh juga mendukung pemilu, meskipun tidak menentukan tanggalnya.

Menlu Jerman Kunjungi Libya, Minta Dunia Bantu Akhiri Konflik Dua Pihak yang Sedang Bertikai

Para Pemimpin Suku Libya Sebut Turki Sebagai Penjajah

PBB Dapat Akses ke Presiden Mali, Para Pemimpin Afrika Minta Tahanan Dibebaskan

Dia meminta semua partai untuk mengamati gencatan senjata segera dan penghentian semua pertempuran.

Ini adalah kesepakatan pertama antara faksi-faksi Libya yang bersaing sejak kesepakatan yang disponsori PBB di Maroko pada Desember 2015.

Ketika dialog menghasilkan kesepakatan tentang pemerintah persatuan.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengatakan mendukung deklarasi gencatan senjata.

"Saya menyambut baik pernyataan dewan kepresidenan Libya dan Dewan Perwakilan Rakyat yang menyerukan gencatan senjata dan menghentikan operasi militer di semua wilayah Libya," kata Sisi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved