Luar Negeri
Saad Hariri Bakal Menjadi PM Lebanon Lagi, Didukung Oleh Ketua Parlemen
Presiden Lebanon, Michel Aoun, Kamis (20/8/2020) mengatakan berencana membentuk pemerintahan baru. Dia menyatakan akan memasukkan tokoh-tokoh kompeten
SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Presiden Lebanon Michel Aoun, Kamis (20/8/2020) mengatakan berencana membentuk pemerintahan baru.
Dia menyatakan akan memasukkan tokoh-tokoh kompeten yang mewakili suara jalanan.
Sejak 10 setelah Perdana Menteri Hassan Diab mengundurkan diri.
Setelah ledakan pelabuhan di Beirut, Aoun belum menetapkan tanggal untuk konsultasi parlemen.
Hal itu untuk menunjuk seorang pemimpin untuk pemerintahan berikutnya.
Dalam tweet pada Kamis (20/8/2020), dia menambahkan tidak jelas apakah pembicaraan akan segera dilakukan.
Pemerintah Diab mengundurkan diri di tengah kemarahan publik yang meluas setelah ledakan pelabuhan yang menghancurkan Beirut.
Menewaskan 180 orang dan menyebabkan kerusakan yang luas.
Para penentang kepemimpinan Diab mengklaim itu adalah pemerintahan bayangan yang didominasi oleh Hizbullah.
Sehingga, gagal melakukan reformasi yang diminta oleh komunitas internasional.
Ketua Parlemen Nabih Berri berjuang untuk mengembalikan Saad Hariri sebagai perdana menteri.
Pemerintah persatuan nasional Hariri mengundurkan diri pada Oktober 2019.
Setelah aksi protes kekerasan meletus di tengah klaim korupsi pemerintah yang meningkat.
Para pengunjuk rasa menyerukan pemerintah transisi untuk melaksanakan reformasi yang diminta komunitas global.
• Lebanon Tangkap Kepala Bea Cukai, 30 Orang Masih Dinyatakan Hilang Akibat Ledakan Dahsyat Beirut
• Anggota DK PBB Berbeda Pendapat Tentang Misi Penjaga Perdamaian di Lebanon Selatan
• Lebanon Butuh Reformasi Super Kuat, Membangun Kembali Kepercayaan Rakyat
Untuk membantu Lebanon mengatasi krisis ekonomi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mantan-pm-lebanon-saad-hariri.jpg)