Covid 19
Warga Aceh di Amerika: Covid-19 bukan Hoaks, Tiap Hari 1.000 Orang Meninggal di AS
Sangat banyak warga Aceh yang bermukim di luar negeri sebagai profesional, tapi tidak punya jalur untuk memberi masukan ke Pemerintah Aceh.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Warga diaspora Aceh asal Trienggadeng, Pidie Jaya, di Amerika Serikat, Adron Ali Yusuf, menyatakan bahwa covid bukan hoaks.
Di Amerika setiap hari 50 ribu orang tertular, dan setiap hari 1000 orang meninggal karena covid.
Adron menegaskan hal itu saat berbicara dalam Rizal dalam “Forum Silaturrahim Hijriah Taman Iskandar Muda; Hikmah Covid dan Tantangan bagi Aceh,” Kamis (20/8/2020).
Forum itu dilakukan secara virtual, diikuti oleh warga Aceh yang berada di berbagai penjuru dunia, Amerika Serikat, Turki, Malaysia, Australia dan sebagainya. Dibuka Plt Gubernur Nova Iriansyah. Forum itu dimoderatori Prof Bachtiar Aly, pakar komunikasi dan mantan anggota DPR RI.
Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP) Dr. Ir, Surya Darma, MBA, mengatakan forum tersebut digagas dalam rangka memperteguh silaturrahim warga Aceh seluruh dunia, memperingati 70 tahun TIM, 75 Tahun Proklamasi Indonesia dan 15 Tahun Perdamaian Aceh. Acara ini disiarkan secara live oleh akun facebook Serambinews.com. Butir-butir pemikiran dalam forum tersebut akan disusun sebagai sebuah rekomendasi yang ditujukan kepada Pemerintah Aceh.
Adron yang berdomisili di New York menyebutkan, bahwa negara Adidaya Amerika tidak kuasa menahan penyebaran covid.
Ia membandingkan, saat kasus pertama ditemukan pada bulan Februari 2020, kini berkembang dan menyebar sedemikian dahsyat dan berlipat ganda tanpa dapat dikendalikan.
Ia menyampaikan, saat ini di Amerika terdapat 5,5 juta orang terkena covid dengan angka kematian mencapai 172 ribu lebih.
“Amerika tidak mampu atasi Covid. Masalahnya karena tidak ada satu lembaga khusus tangani covid, tiap-tiap negara bagian tangani sendiri soal covid,” ujarnya.
• Nasir Djamil: Pandemi Covid-19 Harus Disikapi dengan Imaniah, Ilmiah dan Amaliah
• Kaya Raya, Wanita Ini Justru Pilih Jadi Pemulung Sampah di Jalan Pakai Mobil Bobrok
• UEA Punya Misi Terselubung Buka Hubungan dengan Israel, Permudah Pembelian Persenjataan Canggih AS
New York salah satu negara bagian yang mampu mengontrol covid, setelah mendapatkan dana valid tentang sebaran, jumlah kematian, penghasilan, akses, bisnis dan sebagainya.
Sehingga diperoleh profil dari orang penderita covid, berapa pemasukannya, bagaimana tempat tinggalnya dan sebagainya.
“Apakah yang terkena covid ini di daerah miskin, maka dari data ini baru diberikan bantuan. Bantuan bukan hanya dari pemerintah tapi juga dari swasta,” ujarnya.
Kalau dari data menunjukkan bahwa sebaran covid melanda satu daerah yang tergolong kurang mampu, maka target bantuan pemerintah jelas, beri bantuan pangan, membebaskan biaya listrik, bantuan keuangan, meringankan bantuan rental dan lain-lain.
“Jenis bantuan berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Kalau daerah yang incomenya besar maka bentuk bantuan berbeda,” ujar Adron.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/adroaliyusuf.jpg)