Minggu, 12 April 2026

Berita Internasional

Mobil Hantam Ranjau, 7 Warga Sipil di Afghanistan Tewas

Pihak berwenang menuduh bahwa bom tersebut ditanam oleh Taliban, meskipun belum ada yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

AFP
Pasukan keamanan memeriksa lokasi serangan bom mobil Taliban yang menghancurkan gedung badan intelijen di Aybak, Afghanistan, Senin (13/7/2020). 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Ledakan ranjau darat di Afghanistan tengah menewaskan sedikitnya tujuh warga sipil pada Minggu (23/8/2020). Kejadian tragis itu terjadi ketika sebuah kendaraan sipil menghantam bahan peledak.

Tujuh penumpang, termasuk tiga wanita dan dua anak tewas di tempat.

Menurut pihak berwenang setempat di Provinsi Ghazni yang bergolak, insiden itu terjadi Minggu sekitar pukul 11.00 waktu setempat di distrik Jaghato.

Pihak berwenang menuduh  bahwa bom tersebut ditanam oleh Taliban, meskipun belum ada yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

AS Tudun Iran Bayar Taliban untuk Membunuh Pasukan AS dan Koalisi di Afghanistan

Pemerintah Afghanistan Bebaskan 86 Anggota Taliban, Sebagai Bagian dari Komitmen Damai AS-Taliban

Kisah Gadis Afghanistan Tembak Mati 2 Anggota Taliban Saat Orangtuanya Dibunuh, Disebut Pahlawan

Awal bulan ini, sebuah ranjau darat di provinsi tetangga Kandahar menewaskan sedikitnya lima warga sipil dan melukai enam lainnya.

Mengutuk serangan itu, Presiden Mohammad Ashraf Ghani mendesak Taliban untuk menanggapi secara positif seruan untuk perdamaian dan berhenti menanam bahan peledak di pinggir jalan.

Ini terjadi di tengah peningkatan mematikan dalam pertempuran antara gerilyawan Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan di tengah proses perdamaian yang terhenti.

Taliban Serang Dua Pos Pemeriksaan, 18 Tentara Pemerintah Afghanistan Meninggal

Imam Masjid dan Seorang Lainnya Meninggal dalam Ledakan Bom di Sebuah Masjid Afghanistan

18 Tahun Perang, Amerika dan Taliban Teken Perjanjian Bersejarah Akhiri Perang di Afghanistan

Ketidaksepakatan mengenai pertukaran tahanan antara pemerintah Afghanistan dan Taliban telah menunda negosiasi perdamaian yang direncanakan berdasarkan kesepakatan AS-Taliban yang ditandatangani pada Februari untuk mengakhiri perang 19 tahun.

Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan menunjukkan bahwa dalam enam bulan pertama tahun 2020, total 1.213 warga sipil tewas dan 1.744 terluka dalam 880 insiden keamanan yang berbeda, termasuk ledakan ranjau darat, serangan udara, dan serangan darat antara kedua belah pihak.(anadolu)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved