Stiker BBM Munculkan Pro-Kontra
Kebijakan Pemerintah Aceh terkait pemasangan stiker bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di kendaraan pribadi yang memakai premium
Jika pemerintah tak mampu lagi memberi subsidi premium kepada rakyat, sebut Taqwaddin, sebaiknya dihapus saja BBM jenis tersebut. "Untuk menutupi kelangkaan, saya sarankan agar di berbagai kecamatan di Aceh diperbanyak SPBU mini. Sehingga, BBM baik solar, partalite, maupun pertamax, selalu tersedia dan dijual dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah," sarannya.
Selama ini, tambah Taqwaddin, harga premium di gampong-gampong Rp 9.000-Rp 12.000 per liter. Padahal, harga partalite di SPBU hanya Rp 7.450 per liter. "Menurut saya, seandainya di setiap ibu kota kecamatan atau bahkan di desa ada SPBU mini, maka walaupun tidak ada lagi subsidi asalkan barangnya ada, saya kira BBM tak akan jadi masalah," demikian Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh. (adi/mas/dan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mobil-ditempel-stiker-pengguna-bbm-subsidi.jpg)