Kamis, 23 April 2026

Stiker BBM Munculkan Pro-Kontra  

Kebijakan Pemerintah Aceh terkait pemasangan stiker bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di kendaraan pribadi yang memakai premium

Editor: bakri
Serambi Indonesia
Kendaraan roda empat yang mengisi BBM bersubsidi jenis premium di SPBU Keude Paya, Blangpidie, Kabupaten Abdya, ditempel stiker sebagai kendaraan pengguna premium, Rabu (19/8/2020). 

Jika pemerintah tak mampu lagi memberi subsidi premium kepada rakyat, sebut Taqwaddin, sebaiknya dihapus saja BBM jenis tersebut. "Untuk menutupi kelangkaan, saya sarankan agar di berbagai kecamatan di Aceh diperbanyak SPBU mini. Sehingga, BBM baik solar, partalite, maupun pertamax, selalu tersedia dan dijual dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah," sarannya.

Selama ini, tambah Taqwaddin, harga premium di gampong-gampong Rp 9.000-Rp 12.000 per liter. Padahal, harga partalite di SPBU hanya Rp 7.450 per liter. "Menurut saya, seandainya di setiap ibu kota kecamatan atau bahkan di desa ada SPBU mini, maka walaupun tidak ada lagi subsidi asalkan barangnya ada, saya kira BBM tak akan jadi masalah," demikian Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh. (adi/mas/dan)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved