Ketum TP PKK Pusat, Jangan Anggap Remeh Covid-19, Tertular tak Kenal Jabatan
Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Tri Tito Karnavian meminta masyarakat tak menganggap remeh Covid-19....
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Tri Tito Karnavian meminta masyarakat tak menganggap remeh Covid-19.
Ia juga meminta masyarakat meningkat disiplin protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus yang tengah menjadi pandemi tersebut.
Hal itu disampaikannya dalam Gerakan Bersama Pakai Masker (Gebrak Masker) bersama Tim Penggerak PKK dan IKAPTK se-DKI Jakarta di Rusun Karet, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2020).
"Mudah-mudahan gerakan memakai masker di masyarakat bisa terus ditingkatkan, saya juga mengImbau masyarakat untuk disiplin, tidak menganggap remeh bahwa Covid-19 tidak akan tertular kepada mereka," kata Tri.
Disadarinya, virus tersebut dapat menjangkit siapa saja yang melalaikan protokol kesehatan tanpa memandang usia, jenis kelamin, maupun status sosial, sehingga masyarakat tak boleh melalaikan protokol kesehatan.
• China Jual Kapal Perang Paling Canggihnya ke Pakistan, Tiga Lagi Menyusul Pada 2021
• Dana Direfocusing untuk Penanganan Corona, DPRK Abdya belum Rekrut Tenaga Ahli, Begini Dampaknya
"Covid-19 tidak mengenal usia, tidak mengenal jabatan, tidak mengenal siapapun, dia hanya mengenal orang-orang gang tidak pakai masker. Saya yakin Insya Allah, dengan disiplin masyarakat memakai masker dan juga menjaga jarak, juga sering mencuci tangan, akan mampu menurunkan tingkat penularan Covid-19 ini," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Tri juga menjelaskan Gebrak Masker merupakan gerakan yang telah dilaksanakan sejak awal pandemi melalui gerakan PKK meski belum meluas. Hingga akhirnya Presiden memandatkan PKK untuk kian memasifkan gerakan tersebut.
"Gebrak Masker ini sebetulnya kegiatan membagi masker, sudah dilaksanakan pada awal-awal pandemi ini, namun ternyata evaluasi dari pemerintah melihat bahwa disiplin masyarakat masih belum sesuai yang diharapkan, sehingga masih diperlukan bantuan ibu-ibu atau bapak-bapak kader PKK yang sudah terbiasa melaksanakan kegiatan door to door yaitu berhadapan langsung dengan masyarakat," jelasnya.(*)
• Brimob di Nagan Raya Sediakan Fasilitas untuk Siswa Belajar Daring
• Pemerintah Aceh Fasilitasi Pemulangan Jenazah Warga Pidie yang Meninggal Karena Kanker Pita Suara
• Polres Lhokseumawe Gelar Apel Peningkatan Disiplin Pengendalian Prokes Covid-19