Berita Internasional
35 Remaja Tewas Dalam 12 Hari di Kolombia, Pelaku Masih Misterius
Kesaksian Alvaro Caicedo adalah salah satu dari serentetan pembunuhan yang melanda beberapa daerah pedesaan Kolombia selama beberapa minggu terakhir.
SERAMBINEWS.COM, KOLOMBIA - Alvaro Caicedo masih ingat saat menemukan tubuh putranya yang berusia 15 tahun pada 12 Agustus, disiksa dan dibaringkan di samping empat remaja Afro-Kolombia yang sudah tewas.
Putranya, Jose, terbunuh di lingkungan Llano Verde yang miskin di Kota Cali, Kolombia barat.
"Ketika anak-anak tidak pulang, kami pergi ke kantor polisi, lalu kami berjalan-jalan, ke tempat-tempat yang kami tahu biasa dia kunjungi," kata Caicedo kepada Al Jazeera.
"Ketika saya mendengar dia bersama sekelompok anak lain, saya merasa lebih santai. Tetapi, kami menemukan mereka semua, mereka telah disiksa, dibunuh dengan kejam, itu mengerikan."
Kesaksian Alvaro Caicedo adalah salah satu dari serentetan pembunuhan yang melanda beberapa daerah pedesaan Kolombia selama beberapa minggu terakhir. Targetnya kaum muda. Lebih dari 35 orang tewas hanya dalam 12 hari.
"Kami perlu tahu siapa yang membunuh mereka dan siapa yang bersalah. Itulah yang kami inginkan ... bahwa tidak ada impunitas," kata Caicedo.
• Diduga Selewengkan Dana Virus Corona, 10 Wali Kota di Kolombia Ditangkap, 512 ASN Diberi Sanksi
• Sebuah Pesawat Jatuh di Kolombia Menewaskan 12 Orang, Termasuk Wali Kota dan Keluarganya
• Kolombia Menyusul 136 Negara Lain yang Mengakui Kemerdekaan Palestina, Israel pun Kecewa
"Kami telah menunggu selama berhari-hari sekarang dan kami tidak punya jawaban apa pun."
Erlendy Cuero dari AFRODES, sebuah asosiasi pengungsi Afro-Kolombia, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa orang-orang di Llano Verde sekarang hidup dalam ketakutan.
"Pembantaian ini membuat orang sadar bahwa kelompok ini tidak terlalu peduli siapa yang mereka bunuh, bahkan jika itu anak-anak."
Ada tiga pembunuhan terpisah dalam satu hari pada Jumat pekan lalu, dengan total 17 kematian di provinsi Arauca, Cauca dan Narino.
Di Narino, delapan orang muda tewas dalam serangan terpisah pada 16 Agustus ketika sebuah kelompok bersenjata memasuki sebuah rumah dan menembak mereka.
• 2.100 Lebih Ibu Hamil di Kolombia Terinfeksi Virus Zika
• Dokter Jerman Sebut Pemimpin Oposisi Rusia Terbukti Diracun, Kremlin Membantah
• TNI Angkatan Laut Luncurkan 2 Kapal Perang Patroli Produksi Dalam Negeri
Media lokal melaporkan pada hari Senin bahwa tiga anak muda dibunuh oleh kelompok bersenjata di Kota Venicia, Provinsi Antioquia. Tak satu pun dari pelaku dalam insiden ini yang teridentifikasi.
Oscar Palma, profesor di Rosario University dan ahli dalam masalah keamanan di Kolombia, mengatakan, jenis pembunuhan ini bukanlah hal baru. Kelompok bersenjata sudah bertahun-tahun mempraktekkan cara ini untuk meningkatkan wilayah produksi kokain dan perdagangan narkoba.(aljazeera.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pembantaian-di-kolombia.jpg)