Berita Luar Negeri
Erdogan Terima Kunjungan Para Pemimpin Hamas, Amerika Serikat Marah
Amerika Serikat sedang mencari informasi tentang salah satunya, karena keterlibatannya dalam berbagai serangan teroris, pembajakan, dan penculikan.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM – Amerika Serikat mengatakan pada hari Selasa (25/8/2020) bahwa pihaknya sangat keberatan dengan kedatangan dua pemimpin Hamas di Istanbul baru-baru ini.
AS mengecam Ankara karena Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menerima kunjungan itu, memicu balasan cepat dari Ankara.
Melansir dari Reuters, Rabu (26/8/2020), Kementerian Luar Negeri AS mengatakan para pejabat itu adalah Teroris Global yang ditunjuk khusus oleh Hamas.
Amerika Serikat sedang mencari informasi tentang salah satunya, karena keterlibatannya dalam berbagai serangan teroris, pembajakan, dan penculikan.
Sebuah pernyataan dari pemerintah Turki pada hari Sabtu (22/8/2020) mengatakan Erdogan menerima Ismail Haniyeh, kepala Biro Politik Hamas, dan para rombongan yang ikut dalam kunjungan itu.
Pada hari Selasa (25/8/2020), Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan Ankara sepenuhnya menolak kritik AS.
• Turki Bakar Hubungan dengan UEA, Tetapi Mempertahankan Hubungan dengan Israel, Mengapa?
• Panas! Kapal Tempur Yunani dan Turki Konfrontasi di Laut Sengketa, Begini Kronologinya!
Turki meminta Washington untuk menggunakan kekuasaanya untuk kebijakan luar negeri yang seimbang, yang akan membantu menyelesaikan konflik Israel-Palestina, daripada ‘melayani’ kepentingan Israel.
Kemenlu AS mengatakan pertemuan pada hari Sabtu itu adalah yang kedua kalinya tahun ini.
Erdogan menyambut para pemimpin kelompok Islam bersenjata yang telah menguasai Gaza selama lebih dari satu dekade, setelah pertemuan pada 1 Februari 2020.
"Jangkauan lanjutan Presiden Erdogan ke organisasi teroris ini hanya berfungsi untuk mengisolasi Turki dari komunitas internasional, merugikan kepentingan rakyat Palestina,
dan memotong upaya global untuk mencegah serangan teroris yang diluncurkan dari Gaza," katanya dalam sebuah pernyataan.
• Wajah Memerah, Jerawat dan 5 Hal Ini Jadi Tanda Bahwa Kamu Harus Stop Gunakan Skin Care
"Kami terus menyampaikan kekhawatiran kami tentang hubungan pemerintah Turki dengan Hamas di tingkat tertinggi," ujar pernyataan itu.
Dalam pernyataannya, Kemenlu Turki mengatakan, penerimaan perwakilan Hamas adalah sah.
Mereka yang berkuasa setelah memenangkan pemilihan demokratis di Gaza dan merupakan realitas penting di kawasan itu.
“Karena seorang teroris tidak akan memberikan kontribusi apapun untuk upaya perdamaian dan stabilitas di kawasan," kata pernyataan itu.
• Ancaman Presiden Erdogan ke Yunani: Jika Serang Kapal Turki, Anda akan Membayar Mahal
• Iran dan Turki Sebut UEA Tikam Rakyat Palestina dari Belakang
• Turki Setujui UU Baru Atur Media Sosial, Penggunaan Facebook dan Twitter akan Diawasi Pemerintah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-amerika-serikat-donald-trump-kiri-ketika-bersama-presiden-turki-recep-tayyip-erdogan_20180815_174125.jpg)